gotong royong lestari

Gotong Royong Lestari, Segala Permasalahan Tertangani

Suruh – Bahu-membahu, warga RT 34 RW 07 Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, membedah rumah Hadi Prayitno alias Sumaryono, salah satu penerima bantuan renovasi RTLH di RW 7 Desa Plumbon, Selasa (9/4/2019). Seluruh bagian rumah Sumaryono dari papan kayu yang lapuk, dibongkar para warga, ada pula yang membantu menyingkirkan perabotan rumah yang usang.

Bayang-bayang bakal tinggal di rumah yang layak huni bersama keluarga, membuat bapak satu anak ini tampak lega dan bahagia. Maklum saja, selama ini keluarganya akrab dengan rumah yang kondisinya memrihatinkan. Dinding terbuat dari bahan kayu yang sebagian besar sudah lapuk, alas tanpa ubin, dan kebanyakan atapnya pun bocor.

“Senang dibangunkan rumah, karena kami tidak mampu membangun sendiri. Saya belum mendapat pekerjaan, sedangkan istri saya berjualan sayur di pasar,” ungkapnya.

Dalam merehab rumahnya, Sumaryono mendapat bantuan Rp 10 juta berupa bahan-bahan material. Sementara, untuk pembangunan rumah, ayah dua anak ini dibantu tetangganya hingga selesai.

Ketua RW 07 Desa Plumbon Lutfi Syahfudin menjelaskan gotong royong selalu ditekankan kepada warganya dalam rehabilitasi RTLH, baik dari tenaga maupun swadaya keuangan. Sebab, tanpa bantuan dan swadaya masyarakat, bantuan tersebut kurang mencukupi.

“Kami setiap tahun selalu mengajukan warga yang masih memerlukan bantuan bedah rumah, terutama yang semi permanen. Dan untuk tahun 2019 ada dua rumah yang diusulkan,” terangnya.

Pemberian bantuan RTLH merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 Tingkat Provinsi Jateng Tahun 2019, di Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Selasa (9/4/2019).

Dalam laporannya, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo melalui Wakil Ketua III Dwi Sunarti Budi Prayitno membeberkan, rangkaian kegiatan Pencanangan BBGRM dan Peringatan HKG PKK dilangsungkan selama dua hari. Pada Senin (8/4/2019), diselenggarakan kegiatan Bursa Pemberdayaan Masyarakat, Lomba Bisnis Plan UP2K PKK dan Sarasehan Pencegahan KDRT. Selain itu, juga ada penyerahan bantuan ke Posyandu,  kunjungan kebun gizi, pemantauan jentik nyamuk, serta pelayanan IVA tes dan pelayanan KB.

Pada Selasa (9/4/2019), kegiatan dilanjutkan dengan kerja bhakti dan gotong royong yang diikuti semua elemen masyarakat, yaitu SKPD Provinsi dan Kabupaten Semarang, TNI, POLRI, Ormas dan Organisasi Wanita, serta masyarakat setempat, mulai dari tanam pohon dan tabur benih ikan nila di Umbul Mudal, proses pembongkaran RTLH, serta seremoni pencanangan BBGRM dan HKG PKK.

“Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kepedulian dan peran masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan menuju pada penguatan integrasi sosial, melalui kegiatan gotong royong dalam pelaksanaan pembangunan, serta pemeliharaan hasil-hasil pembangunan,” kata Dwi Sunarti.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Tengah Sugeng Riyanto, mengapresiasi nilai-nilai kegotongroyongan yang ada di Desa Plumbon masih lestari dan dirawat dengan baik. Menurutnya, Pencanangan BBGRM dan Peringatan HKG PKK merupakan momentum tepat untuk menumbuhkan, melestarikan dan mengembangkan budaya gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

“Keterlibatan semua elemen masyarakat  dalam upaya merawat nilai-nilai kegotongroyongan juga sangat penting, termasuk  PKK. Sebagai sebuah gerakan masyarakat dalam pembangunan yang tumbuh dari bawah yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat, PKK memiliki peran penting dalam nguri-uri budaya gotong-royong,” ungkap gubernur.

Pengurus BUMNDes Bakit Mandiri dan pengelola Umbul Mudal, Adityo Heri, menyambut baik acara BBGRM & HKG PKK di desanya. Terlebih, dengan adanya penanaman pohon  trembesi dan pelepasan 40 ribu benih ikan nila merah di objek wisata yang dikelolanya.

“Ini sangat berguna untuk kami. Pohon trembesi selain sebagai peneduh, bisa juga untuk menahan air hujan dan menjaga stok air di tempat ini. Ikan nila yang ditabur bisa menambah daya tarik objek wisata kami,” tandasnya. (Ic/ Ul, Diskominfo Jateng)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *