Slamet Tak Menyangka “Mancing Motor” di SAE

Slamet Tak Menyangka “Mancing Motor” di SAE

TEMANGGUNG – Rona bahagia terpancar jelas dari wajah Slamet Mudiantoro, warga Karangwetan Pucang, Kecamatan Secang, Kota Magelang, usai menerima hadiah sebagai pemenang lomba memancing pada Penutupan Soropadan Agro Expo (SAE) 2019, di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Agrocenter Soropadan, Senin (8/7/2019). Sepeda motor berwarna hitam pun sah menjadi miliknya.

Buruh lepas ini tak menyangka hobinya mancing bisa membuahkan hasil. Setiap tahun dia selalu ikut lomba memancing yang diselenggarakan di Soropadan. Tapi, baru tahun ini keberuntungan menyertai pria separuh baya itu, setelah ikan yang berhasil dipancing mencapai berat 2,6 kilogram.

“Saya nggak menyangka. Senang mancing, tapi baru kali ini dapat hadiah besar. Motor ini mau saya jadikan kenang-kenangan,” ujar Slamet.

Lomba memancing merupakan salah satu kegiatan penunjang SAE 2019. Kepala Bagian Ketahanan Pangan, Kelautan, Perikanan, dan Pertanian Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (ISDA) Setda Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menyampaikan, berbagai perlombaan memang diselenggarakan untuk memeriahkan SAE. Mulai dari lomba memancing, cerdas cermat, menggambar dan mewarnai. Kegiatan yang melibatkan petani, baik sarasehan, temu usaha, pelatihan marketplace pertanian, hingga business matching, dipenuhi peserta.

“Event strategis ini memang lebih banyak diisi kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran produk pertanian secara online. Sudah bukan saatnya lagi petani kesulitan menjual produk pertanian,” ungkapnya.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumberdaya Alam (ISDA) Setda Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan, antusiasme pengunjung pada penyelenggaraan SAE kali ini terhitung tinggi. Dari target 100 ribu pengunjung, tercapai sekitar 130 ribu pengunjung. Transaksi, baik lelang maupun penjualan langsung juga tercatat hampir Rp11 miliar.

Dilakukannya business matching, katanya, menjadi nilai tambah bagi penyelenggaraan SAE. Sebanyak tiga buyers perwakilan negara asing dan enam buyers dalam negeri dipertemukan langsung dengan petani, dan saat ini dalam proses menjajaki tindak lanjut kerjasama yang akan dilakukan.

“Investasi tidak diukur sekaligus dari keberhasilan penjualan yang langsung atau instan. Tapi ini investasi jangka panjang. Melalui ekspo ini kita bisa mempertemukan buyers dengan petani, juga memfasilitasi bagaimana produk unggulan kita dikenal oleh masyarakat,” beber Dadang.

Ditambahkan, kelebihan lain dari SAE tahun ini, pengenalan sistem pembayaran cashless. Meski belum diberlakukan secara penuh, setidaknya masyarakat mengenal sistem pembayaran nontunai tersebut.

“Tahun depan mesti lebih baik lagi. Memang, kendala yang dihadapi kurangnya lahan parkir di area Soropadan, sehingga dikeluhkan masyarakat di media sosial. Ini harus ada solusinya. Melihat antusiasme pengunjung, ada juga usulan harinya (penyelenggaraan) ditambah. Ini akan coba kami perhitungkan,” tandasnya. (Ul, Diskominfo Jateng)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *