Euforia Penonton Hingga Dukungan Orangtua, Dongkrak Semangat Atlet

Euforia Penonton Hingga Dukungan Orangtua, Dongkrak Semangat Atlet

SEMARANGASEAN Schools Games 2019 menjadi event yang bersejarah bagi Tim Sepak Takraw Indonesia. Setelah 11 tahun dibayang-bayangi dominasi Thailand, Tim Indonesia akhirnya pecah telur dengan berhasil menyumbangkan emas pertama untuk cabang olahraga sepak takraw pada ajang ASG.

Ditemui saat konferensi pers di Poncowati Ballroom Patra Convention Hotel, Selasa (23/7/2019) malam, salah satu pemain sepak takraw Indonesia Diki Apriadi mengaku, dukungan luar biasa dari penonton menjadi salah satu pemantik semangat dia dan kawan-kawan dalam berjuang mengalahkan Thailand pada final Selasa sore. Dia pun tak menyangka, kali pertama mengikuti ASG dapat menyumbangkan emas pertama bagi sepak takraw Indonesia.

“Dukungan penonton luar biasa tadi. Jadi tambah semangat menampilkan yang terbaik,”ujar remaja asal Makassar ini.

Ya, keberhasilan para atlet tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Jika Diki merasa terdorong semangatnya berkat dukungan penonton, lain halnya dengan Niken Ferliana, atlet tenis lapangan Indonesia. Jauh-jauh dari Blora, ayah dan ibunya sengaja datang ke Stadion Tri Lomba Juang Semarang untuk memberikan dukungan langsung saat anak gadisnya bertanding, hingga akhirnya Niken bersama pasangannya Nadia Daneswara dapat menyumbangkan medali emas setelah mengalahkan Thailand.

“Pastinya semangat karena ada bapak dan ibu yang nonton langsung waktu itu,”ujar gadis berambut ikal ini.

Sementara itu, atlet pencak silat Indonesia I Gede Arya Widhyantara justru terpicu dengan kekompakan teman satu timnya. Mereka saling meneguhkan dan memberikan semangat hingga prestasi demi prestasi terukir, salah satunya Arya yang berhasil meraih emas dengan mengalahkan Malaysia.

Walaupun wajahnya terluka akibat tendangan dari lawan, ia tetap berjuang mengharumkan bangsa. Kekompakan tim pencak silat pun membuahkan hasil memuaskan dengan membawa tujuh medali emas dari target lima medali emas, ditambah satu perak dan satu perunggu. (Ic/Ul, Diskominfo Jateng)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *