Mesti Siap dan Adaptif

Mesti Siap dan Adaptif

SEMARANG – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era ini membuat segala sesuatu bergerak secara digital dan bergeser dari dunia nyata ke dunia maya. Karenanya, birokrasi harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan ini. Birokrasi harus mengubah cara bekerja agar tidak “terlindas” oleh perkembangan teknologi informasi.

“Perubahan itu nyata dan harus dihadapi. Kita mesti siap dan adaptif terhadap berbagai perubahan tanpa meninggalkan integritas kita,” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum, saat membuka Seminar Peningkatan Kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas dan Pranata Komputer, di Aula Kantor Diskominfo Jateng yang digelar pada Rabu (24/7/2019).

Ditambahkan, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi melalui berbagai sistem informasi dan aplikasi, dapat memberikan pelayanan publik secara cepat, murah, mudah, terukur, namun tetap ramah dan santun. Bagaimana pun, birokrasi harus mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, membuka berbagai akses informasi kepada masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan penyelenggaraan pemerintahan, sebagai wujud dari transparansi pemerintahan dan good governance.

Pejabat fungsional sebagai abdi negara dan pelayanan masyarakat pun dituntut mampu memberikan kinerja dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Misalnya, pranata komputer berkewajiban menciptakan berbagai inovasi yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Sementara pranata humas bertugas mengomunikasikan setiap kebijakan dan kinerja pemerintah, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, untuk selanjutnya diolah sebagai bahan penyusunan kebijakan.

“Keduanya harus mampu berkolaborasi secara kreatif, untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan layanan publik serta aksesnya,” bebernya.

Untuk itu, setiap pranata komputer dan pranata humas harus memahami seluk beluk penyelenggaraan pemerintahan agar dapat memperoleh insight terbaik, mengenai kebutuhan pengembangan instansinya. Selain itu, dapat memunculkan berbagai strategi pelaksanaan tugas dan pelayanan publik yang inovatif dan kreatif.

“Kembangkan knowledge, bangun jejaring seluas-luasnya untuk mempermudah pelaksanaan tugas,” pesan Riena.

Sekretaris Diskominfo Jateng Ratna Dewajati menambahkan, seminar tersebut dihadiri oleh 130 orang Pejabat fungsional pranata humas dan pranata komputer yang bertugas di instansi kabupaten/ kota dan SKPD Provinsi Jawa Tengah. Narasumber yang hadir, Wakil Ketua Umum BPP Perhumas Pusat Heri Rakhmadi, Founder dan Chief Editor PR Indonesia Asmono Wikan, dan Kasubbag Tata Administrasi Jabatan Fungsional BPS Pusat Godlif MT Nainggolan. (Wr/Ul, Diskominfo Jateng)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *