Banyak Orang Tak Sadari Sebarkan Hoaks

Magelang – Berlomba-lomba menyampaikan informasi melalui media sosial, sepertinya masih menjadi kebiasaan sejumlah orang. Berdalih takut dibilang kurang up to date, mereka pun berupaya segera menyebar ulang informasi yang diperoleh tanpa mempertimbangkan kebenarannya.

Hal itu diungkapkan Ketua Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho saat Dialog Interaktif “Penggunaan Media Sosial untuk Membangun Ketahanan Informasi di Era Digital” di Omah Mbudur, Magelang, Jumat (28/9) malam. Menurutnya, terlalu semangat menyebarkan informasi justru patut diwaspadai. Sebab, dikhawatirkan informasi tersebut sudah diubah, ditambahi, dikurangi, atau bahkan dipelintir.

“Inilah awal mula terjadinya hoaks. Dan mirisnya banyak orang yang tidak sadar kalau mereka menyebarkan berita hoaks,” ungkapnya.

Meski penyebaran informasi melalui medsos sudah menjadi tren, Septiaji berharap penyampaiannya tetap harus dengan mengedepankan kesadaran penggunanya. Sadar jika informasi yang disampaikan harus benar dan bisa dipertanggungjawabkan, sehingga terhindar dari penyebaran berita hoaks. Biasakan menciptakan informasi yang berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat.

Dia memberikan tips agar terbebas dari konten negatif media sosial. Gunakan teknologi secara bijak, menghasilkan, dan bermanfaat, sebagai sarana promosi. Miliki sikap PGG, pintar berinteraksi dengan orang lain, guyub tanpa memandang latar belakang, guyon atau tidak mudah menanggapi suatu berita dengan emosi, tidak mudah terbawa perasaan (baper).

Sementara itu, tokoh lintas agama KH Achmad Labib Asrori menghimbau masyarakat terus membangun mindset positif dalam bermedsos. Sebab, semuanya berawal dari mindset. Siapa pun tidak pernah bisa memilih terlahir menjadi siapa, dengan etnis, warna kulit, kewarganegaraan, jenis kelamin dan agama apa.

“Menjadi bijak bukan hal mudah, tetapi kita dapat mengupayakannya. Biasakanlah untuk menulis hal yang benar, berbuat hal yang baik, dan selalu berpikir positif. Mari kita galakkan kampanye penggunaan medsos yang damai, ramah dan santun dengan semboyan tebarkan kebaikan, taburkan kasih sayang, berbagi karunia,” tandasnya. (Fu/Ul, Diskominfo Jateng)