Banyaknya Media Jadi Kekuatan Majukan Ekonomi Rakyat

Surabaya – Semakin banyaknya media massa di Indonesia diharapkan berdampak pula pada peningkatan perekonomian masyarakat. Terlebih, di era digital di mana media online tumbuh dan bisa diakses tanpa batasan waktu dan tempat.

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo menyampaikan, di era revolusi industri 4.0 di mana semua berbasis digital, banyak pihak yang meramalkan jangan-jangan profesi wartawan bakal tergantikan dengan teknologi informasi. Dengan teknologi, berita peristiwa mungkin saja dibuat oleh robot, tanpa harus melalui redaksi.

“Namun itu tidak akan terjadi karena robot tidak bisa melakukan konfirmasi, mencari informasi lebih,” bebernya saat Dialog Khusus Hari Pers Nasional 2019, “Pers Menguatkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Digital”, di Media Center Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Jumat (8/2).

Yosep mengungkapkan, saat ini jumlah media di Indonesia mencapai 47 ribu media. Namun, dari jumlah tersebut hanya sekitar 2.400-an media yang memenuhi syarat Undang-undang Pers. Banyaknya media itu bisa menjadi kekuatan untuk memajukan perekonomian masyarakat, melalui pemberitaan yang mengangkat potensi daerah, baik pariwisata, UMKM, dan sebagainya.

Menurutnya, di tengah hiruk pikuk perpolitikan menjelang pemilihan presiden, pers tak harus selalu memberitakan pasangan calon presiden. Di sinilah peran pers lokal dinantikan untuk bisa mengangkat potensi lokal, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Jadi pers jangan hanya mengharapkan kerja sama dari dana APBD, tapi juga bisa menjadi penghasil dana APBD,” tegasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur Ardo Sahali menaruh harapan terselenggaranya HPN 2019 di Surabaya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya UMKM. Acara itu menjadi ajang pamer dan promosi produk unggulan Jatim. Apalagi, banyak tamu yang hadir dari berbagai kalangan, baik duta besar, menteri, kepala daerah, maupun wartawan dari berbagai media se-Indonesia.

“Ini promosi agar potensi Jawa Timur bisa dilihat (tamu dari) provinsi lain,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agus Maimun menambahkan, semua pihak, termasuk pers harus bersinergi untuk peningkatan perekonomian masyarakat berbasis digital. Tidak adanya keberpihakan terhadap UMKM, para pelaku UMKM akan berjalan tanpa arah. (Ul, Diskominfo Jateng)