Berikan Data yang Siap Pakai

Salatiga – Single Data System (SDS) di Jawa Tengah terus disempurnakan. Sehingga nantinya Jawa Tengah bisa benar-benar berada dalam genggaman.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri menyampaikan, SDS merupakan sebuah sistem yang mengintegrasikan data. Aplikasi tersebut akan mampu mempermudah proses transfer data seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Jawa Tengah.

Mengingat nantinya data tersebut juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pengambilan kebijakan, dia meminta data yang diberikan SKPD bukan data mentah. Melainkan data siap pakai dan siap dipublikasikan.

“Diskominfo akan kewalahan apabila data yang diberikan berupa data mentah,” terangnya dalam Forum Data Jawa Tengah : Evaluasi dan Pengembangan Single Data System Menuju Big Data Jawa Tengah di Grand Ballroom Hotel Grand Wahid, Senin (17/9).

Saat ini, delapan SKPD dan 32 kabupaten/ kota sudah terintegrasi dalam SDS. Selanjutnya, pimpinan SKPD harus menugaskan satu atau dua orang yang bertanggung jawab terhadap sistem. Sehingga data dapat diperbaharui setiap saat, karena percuma jika data yang disampaikan kedaluwarsa. Pihaknya pun terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola.

“Kami akan mengembangkan lagi SDS ini dengan meningkatkan SDM. Karena data sebelum disajikan akan diolah, disimpan dan diamankan,” terangnya.

Dadang menyampaikan, data yang terkumpul pun bisa digunakan masyarakat. Tentunya, bukan semua data pada SDS, melainkan data yang sudah dipublikasikan melalui portal open data. Seperti, data statistik umum, potensi desa, dan lainnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial, Adi Rusmanto MT menyampaikan, data yang keluar sebaiknya satu pintu melalui Diskominfo. Dengan begitu, data akan lebih aman dan baik.

“Intinya data dibuat, dipakai, disimpan dengan baik dan aman. Untuk itu, SKPD harus mengecek kebenaran data yang akan diserahkan ke Diskominfo,” ucapnya. (Sn/ Ul, Diskominfo Jateng)