Bermedsos dengan Baik Juga Bela Negara

Semarang– Bela negara tak selalu dengan mengangkat senjata. Menggunakan media sosial dengan baik dengan tidak menyebarkan berita hoaks juga merupakan upaya bela negara di era milenial.

“Bentuk bela negara dari generasi muda di era milenial adalah saat mereka mampu menempatkan dirinya dalam bermedia sosial menggunakan kalimat yang membangun. Menggunakan kalimat yang saling mengingatkan dan membangun, bukan saling memfitnah,mem-bully, dan menyebarkan hoaks dan SARA,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri usai Upacara Peringatan Hari Bela Negara Tahun 2018 di Kantor Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah, Rabu (19/12).

Tak hanya berita hoaks, imbuhnya, saat ini juga marak fenomena pelecehan terhadap tubuh seseorang (body shaming). Dadang meminta kepada seluruh masyarakat khususnya yang memiliki akun media sosial untuk turut melawan orang-orang yang sering melakukan body shaming.

Body shaming harus kita lawan, kita harus sadar bahwa Tuhan melahirkan kita dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Kekurangan seseorang bukanlah untuk di-bully, bukan untuk dihina,” tegas mantan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Saat ini pihaknya terus melakukan literasi digital dengan menyebarkan informasi positif kepada masyarakat. Saat pemerintah mampu mengedukasi masyarakat, diharapkan masyarakat juga akan ikut serta menyebarkan informasi yang positif.

“Saat ini kita ingin masifkan gerakan bicara baik di media sosial. Mari kita berbicara dengan tidak mengandung unsur fitnah, hoaks, dan hate speech. Kalau itu mampu tercipta, maka dunia media sosial kita akan terasa sejuk dan akan mampu membangun Indonesia menjadi lebih hebat,” beber Dadang.

Dia menyampaikan, pemberian pelayanan kepada masyarakat secara optimal dengan tetap melindungi negara, juga merupakan bentuk bela Negara. Misalnya, bidang persandian dan keamanan informasi yang diampu Diskominfo, membuat pihaknya terus berupaya melindungi sistem dan jaringan Negara.

“Kami harus bisa melindungi sistem, melindungi jaringan dari gangguan sehingga proses pemerintahan berbasis elektronik mampu berjalan dengan baik. Ketika proses pemerintahan berbasis elektronik bisa berjalan dengan baik, diharapkan pelayanan kepada masyarakat juga akan optimal. Hal tersebut juga merupakan salah satu upaya bela negara,” tandasnya. (Fh/ Ul, Diskominfo Jateng)