Butuh Kerja Sama Masyarakat untuk Amankan Informasi

Semarang – Pengamanan data dan informasi pemerintah bukan saja menjadi tanggung jawab pengelolanya. Lebih dari itu, butuh kerja sama seluruh masyarakat untuk bersama menjaga keamanan informasi.

Saat menerima peserta Studi Ekskursi Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, Selasa (23/10), Kepala Diskominfo Jateng Dadang Somantri mengungkapkan, data bernilai mahal. Karenanya, keberadaan data harus dijaga, baik keakuratan hingga keamanannya.

Ditambahkan, single data system (SDS) yang tengah dibangun di provinsi ini merupakan salah satu bentuk menyeragamkan dan mengintegrasikan data di masyarakat. Sehingga, tidak hanya dituntut valid, tapi data yang terkumpul juga diharapkan mudah difahami saat disajikan untuk masyarakat.

Mengingat pentingnya data tersebut, pihaknya terus berupaya mendorong seluruh SKPD maupun pemerintah kabupaten/ kota untuk mengintegrasikan datanya melalui SDS. Bahkan, pada 2019, data di seluruh SKPD provinsi akan dikelola secara terpadu melalui SDS. Dampak dibangunnya SDS, tingkat keamanan data itu pun mesti diperkuat.

“Satu yang harus dicatat, bahwa kita cenderung lalai, ketika seluruh sistem sudah terbangun keamanan terhadap validitas data terkadang kita abaikan. Kita harus membangun backbone fiber optic karena data itu mahal,” katanya.

Kepala Bidang Statistik Diskominfo Jateng, Tubayanu, menambahkan, untuk menjaga keamanan data, dibutuhkan keterlibatan
semua pihak, dan harus dijaga bersama. Bagaimana pun, meski dinilai sudah aman,, tapi tak ada sistem yang aman 100 persen. Sehingga pengamanan mesti terus diperketat.

“Termasuk SDS, yang diberikan pengamanan secara bertahap, salah satunya menggunakan decision support system (DSS). Selain bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara, Diskominfo juga sudah memiliki bidang khusus pengamanan, yakni bidang persandian dan keamanan informasi untuk memaksimal pengamanan data tersebut,” tandasnya. (Sr/Int/Ul, Diskominfo Jateng)