Difabel pun Terbantu Mudik Gratis

Jakarta – Wajah sumringah terlihat pada raut muka Muhammad Toifur, Minggu (10/6) pagi. Pandangannya tertuju pada jejeran bus-bus cantik yang berbaris rapi di halaman Museum Purna Bhakti TMII Jakarta.

Ya, salah satu bus tersebut akan membawanya pulang menuju kampung halamannya di Salatiga, Jawa Tengah. Sudah dua kali ini Toifur mengikuti mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemprov. Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/ kota se-Jawa Tengah serta Bank Jateng. Ia merasa senang dan cukup terbantu dengan adanya program mudik gratis itu.

“Syarat daftarnya mudah, cukup bawa KK dan KTP. Busnya juga enak dan fasilitasnya bagus. Saya harap tahun depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya saat dijumpai Minggu (10/6).

Suasana senang juga tampak di wajah Basuki, salah satu warga difabel asal Banjarnegara Jawa Tengah yang ikut dalam Mudik Gratis 2018. Bahkan Basuki sudah mengikuti program ini sejak 2007.

Basuki menjelaskan, mudik gratis sangat membantu. Terutama bagi penyandang disabilitas seperti dia, yang ingin pulang ke kampung halamannya di Jawa Tengah. Sebab, dengan keterbatasan dirinya sebagai tuna netra, Basuki membutuhkan layanan khusus.

“Saya sudah berkali-kali ikut, saya harap ada petugas khusus untuk mendampingi warga difabel. Seperti saya tuna netra, untuk cari busnya kan saya tidak tahu, turun di sebelah mana kan juga tidak tahu,” ujarnya sembari tersenyum. (Fu/ Ul, Diskominfo Jateng)