Fajriatun Nurhidayati Menangi Lomba Jurnalistik PKK

Semarang – Fajriatun Nurhidayati, kader PKK Desa Karangsalam, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara terpilih sebagai pemenang Lomba Jurnalistik bagi Kader PKK se-Jawa Tengah yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah. Dia berhasil menyisihkan 55 peserta lainnya yang ikut pada lomba tersebut.

Terpilih sebagai Juara II Rhesa Zuhriya Briyan Pratiwi (kader PKK Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo), Juara III Nur Dwi Pujiyanto (kader PKK Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang). Juara Harapan I, Sri Hartati (kader PKK Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen), Juara Harapan II, Milatul Khanifah (Kader PKK Desa Wonoyoso, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan), dan Juara Harapan III, Sri Winarsih (TP PKK Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri).

Penentuan pemenang dilakukan di Ruang Rapat Lantai I Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (25/4) lalu. Tiga juri yang menilai adalah Amir Machmud (Ketua PWI Jawa Tengah), Triyono Lukmantoro SSos MSi (praktisi dari Universitas Diponegoro), dan Drs Marjono MM (dari Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah).

Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud menilai kriteria lomba tahun ini lebih tepat dan menantang karena dikemas dalam karya jurnalistik, tidak sekadar tulisan opini. Sehingga yang ditampilkan adalah informasi yang digali lebih dalam berdasarkan pandangan mata, pendengaran, serta pendapat orang. Bukan hanya mengandalkan referensi dari buku induk PKK, atau buku lainnya.

Namun, masih banyak peserta yang belum mengerti dengan persyaratan lomba karena belum terbiasa dengan penulisan jurnalistik. Tapi bagaimana pun, menurutnya, penulisan jurnalistik sangat diperlukan untuk mendukung sosialisasi pembangunan di Jawa Tengah.

“Mungkin, perlu ada pelatihan jurnalistik bagi kader PKK se-Jawa Tengah,” beber Amir yang juga wartawan senior.

Hal senada juga disampaikan praktisi dari Undip, Triyono Lukmantoro. Menurutnya, dibadingkan tahun-tahun sebelumnya, kualitas tulisan yang dikirim tahun ini lebih baik. Dia berharap kemampuan menulis para kader dapat terus didorong. Dengan begitu mereka bisa menyosialisasikan program pemerintah secara lisan maupun tulisan.

Sementara itu, juri lain dari TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Marjono, menyampaikan lomba menulis memang menggairahkan dan menyenangkan, sehingga para kader PKK antusias mengikutinya. Sayangnya, masih banyak konten yang terlewatkan oleh para kader, seperti, belum terkoneksinya kegiatan di Posyandu dengan isu-isu terkini, misalnya, antisipasi terorisme, intoleransi, bencana alam, dan sebagainya.

“Masih sedikit juga yang menuliskan inisiasi dari masyarakat dalam menggerakkan Posyandu. Jadi kegiatan Posyandu terkesan bergantung pada kader. Padahal semestinya banyak hal yang bisa dieksplorasi dari kegiatan Posyandu. Termasuk, menggerakkan usaha produktif Posyandu, sehingga Posyandu tidak terkesan menghabiskan dana masyarakat, tapi juga menghasilkan dana,” tandasnya. (Ul, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn