FK Metra Kota Semarang Juarai Festival Pertunra 2018

Semarang – Apa jadinya jika seorang lurah sengaja menyebarkan hoaks kepada warganya? Apakah warganya terpancing dan ikut menyebarkan berita itu?

Hal itu yang berupaya ditampilkan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kota Semarang, pada Final Pertunjukan Rakyat FK Metra Jawa Tengah 2018, di Panggung Budaya Jateng Fair PRPP, Minggu (26/8). Diceritakan, Lurah Tambaklorok menuliskan berita seputar kejelekan dua calon pemimpin yang akan ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2019 dan menyebarkannya melalui Whatsapp.

Reaksi warganya pun beragam. Namun, sebagian besar justru ikut menyebarkan berita tersebut untuk menjatuhkan lawan  politiknya. Kericuhan pun terjadi, hingga akhirnya ditemukan sumber berita itu dari lurah mereka. Selanjutnya, warga berbondong-bondong mendatangi lurah untuk meminta klarifikasi.

Ditemui warga, si lurah menerangkan dengan santai, jika dia sengaja menyebarkan berita itu untuk menguji seberapa perhatiannya warga saat mendapat informasi, termasuk melalui WA. Dia meminta warga membaca ulang informasi yang diterima dengan lebih detail. Ternyata, pada bagian bawah pesan WA, terdapat tulisan bahwa itu adalah simulasi.

Kemudian, lurah tersebut memberikan penjelasan jika sebelum menyebarkan berita, setiap orang mesti memperhatikan betul isi beritanya. Jangan sampai menyebarkan berita yang diragukan kebenarannya, atau berita yang menjelek-jelekkan pihak lain dan pada akhirnya memicu konflik.

Cerita yang dibumbui dengan lelucon tersebut akhirnya mengantarkan FK Metra Kota Semarang menjuarai Festival Pertunjukan Rakyat FK Metra Jawa Tengah 2018. Dia berhasil menyisihkan lima pesaingnya, yakni dari Kabupaten Banyumas, Rembang, Wonosobo, Boyolali, dan Karanganyar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Sudarman SH menyampaikan, kegiatan final malam itu merupakan puncak dari seleksi Festival Pertunjukan Rakyat FK Metra yang diselenggarakan di empat daerah, yakni Kabupaten Boyolali, Rembang, Grobogan, dan Kota Semarang pada April lalu. Ada tiga tema yang dapat dipilih pada tahun ini. Yaitu, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Pilkada Damai, dan Bulan Bhakti Gotong Royong.

Dia berharap FK Metra dapat terus berkembang, sehingga mampu menjadi media alternatif dalam menyampaikan penyebaran arus informasi publik kebijakan dan hasil-hasil pembangunan kepada masyarakat. Terutama, dalam menyosialisasikan program pemerintah hingga level paling bawah.

“Media tradisional bisa menjadi tuntunan dan tontonan yang bermanfaat  bagi masyarakat,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Ketua FK Metra Jawa Tengah Sukirno. Menurutnya, peran FK Metra di kabupaten/ kota sangat penting dalam menjalankan fungsi diseminasi informasi di daerah masing-masing.

Pada akhir acara, Gubernur Jawa Tengah melalui Plh Asisten Administrasi Sekda Provinsi Jateng Edy Supriyanta ATD SH MM menyampaikan keberadaan FK Metra harus selalu disosialisasikan agar penyampaian informasi semakin optimal. Bagaimana pun, FK metra merupakan pejuang budaya yang dapat menjadi media unik dan efektif dalam menyampaikan kebijakan dan hasil-hasil pembangunan. (Fu,Ul/ Diskominfo Jateng)