Genjot Kunjungan Wisata Jateng dengan “Sport Tourism”

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggenjot kunjungan wisata mancanegara melalui sport tourism bertaraf internasional. Seperti event olahraga BTN-Tour de Borobudur dan Bank Jateng Borobudur Marathon yang baru saja dihelat. Terlebih saat ini, minat masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sembari menikmati pemandangan yang menawan semakin besar.

“Mereka bisa refreshing sambil ikut melakukan olahraga. Maka kami mengandalkan betul untuk target (kunjungan wisata) tahun 2017 ini dari event-event sport. Karena kunjungan wisatawan mancanegara kita ditarget oleh Bapak Menteri Pariwisata sekitar 700 ribu orang. Sementara itu, bulan Juli kemarin masih sekitar 400 ribu,” terang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwista  Jawa Tengah Urip Sihabudin SH MH saat menjadi narasumber dialog interaktif Gayeng Bareng Gubernur Jateng bertajuk “Potensi Sport Tourism Jateng” di Studio TVRI, Senin (20/11).

Ketua Panitia BTN-Tour de Borobudur 2017 Susanto menjelaskan, event gowes internasional itu sudah kali ke-17 diselenggarakan. Menurutnya, pegowes antusias mengikuti Tour de Borobudur karena track yang dilalui setiap tahunnya berbeda dan melintasi destinasi wisata yang memesona.

“Teman-teman bilang tanjakannya gila, turunannya gila. Track-nya sangat menantang. Selain itu, track-nya setiap tahun berbeda dan melalui destinasi wisata yang menawan. Salah satunya Elang Jawa. Teman-teman suka sekali dan mengabadikan momen itu,” beber ketua umum Semarang Bicycle Association (Samba) itu.

Tak sekedar berolahraga, para pegowes juga melakukan aksi sosial. Seperti menebar benih, menanam pohon, dan membagikan laptop kepada sejumlah siswa, di sekolah-sekolah yang mereka lintasi.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno menuturkan, event-event olahraga bertaraf internasional, seperti Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 dan BTN-Tour de Borobudur, memiliki nilai ekonomis tinggi. Karena umumnya peserta event olahraga itu berangkat bersama anggota keluarga yang mendukungnya. Mereka akan membelanjakan sebagian uangnya ketika melancong di Borobudur dan sekitarnya.

“Ada economic value. Katakan kemarin ada 8.500 peserta, mereka bawa dua orang keluarga. Maka daya beli dihadirkan oleh mereka yang datang sangat besar.  Selain itu exposure pemberitaan dari media lokal maupun media nasional luar biasa. Sehingga Jawa Tengah mendunia karena pesertanya dari mancanegara,” tuturnya.

Salah seorang pelari Fakerunners yang mengikuti Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 Mei Banawi memuji penyelenggaraan event olahraga tersebut karena panitia mengelola dengan sangat baik.

“Kemarin itu salah satu penyelenggaraan event lari terbaik. Garis start finish rapi, toiletnya bersih untuk sekitar 8.000 peserta, pemandangannya juga bagus, tanda arahnya dipasang dengan baik. Ini Indonesia banget karena menampilkan tarian tradisional Jawa Tengah dan kita bisa berlari sambil melihat pemandangan sawah,” ujarnya mengapresiasi.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP sebagai pembawa acara menjelaskan, penyelenggaraan event olahraga BTN-Tour de Borobudur 2017 dan Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 menunjukkan BUMN dan BUMD bersinergi dengan baik untuk mendukung sport tourism di Jawa Tengah.

“Saya senang karena BUMN dan BUMD bersinergi mendukung sport tourism di Jawa Tengah. Ini mendongkrak kunjungan wisata kita,” pungkasnya.

 

Penulis : Ar, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn