Hujan Deras, Warga Tetap Semangat Bersalawat

Kendal – Hujan deras yang mengguyur Alun-alun Kabupaten Kendal, Minggu (18/11) malam, tak membuat jemaah Jateng Bersalawat bubar. Mereka terus melantunkan salawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.

Para  Syecher Mania (penggemar Habib Syech) yang datang dari luar kota pun ikut berjubel membuat Alun-Alun Kabupaten Kendal semakin padat. Mereka datang dengan berbagai atribut seperti bendera NU, bendera Merah Putih, maupun bendera asal Pondok Pesantren.

Salah seorang jemaah asal Indramayu, Bagus Mukti misalnya. Sudah dari pukul 17.00 WIB dia sampai di Alun-Alun Kendal, agar bisa mengikuti salawat bersama Habib Syech.

“Saya selalu berusaha hadir dimanapun Syech mengisi salawat. Saya ngefans dengan beliau. Rasanya bisa bersalawat bersama beliau, hati menjadi damai,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Sumiyatun warga Gemolong yang datang. Hadir bersama suami, harapannya dengan berdoa secara berjemaah, akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

“Senang sama salawatannya Habib Syech, buat perasaan adem di hati, bikin kita ingat mati dan selalu berhati-hati dalam berkata dan berperilaku,” kata dia.

Jateng Bersalawat kali ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi, Membangun NKRI” sekaligus untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP melalui Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Jawa Tengah Herru Setiadhie menyampaikan, bersalawat merupakan cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Bersalawat akan membentuk jiwa spiritual yang baik, sekaligus menjadi tameng kuat dalam menghadapi berbagai hal-hal negatif.

“Dengan jiwa spiritual yang baik, kita akan bisa mendidik generasi muda agar saestu nggadhahi unggah-ungguh, dan mempunyai budi pekerti yang luhur,” bebernya.

Gubernur Ganjar juga berpesan agar generasi muda aktif mengampanyekan gerakan antinarkoba, pornografi, radikalisme, dan terorisme. Selain itu juga terus melawan penyebaran berita hoaks.

“Mari kita jaga persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan agar Indonesia selalu diselimuti suasana adem, ayem, lan tentrem. Tunjukkan bahwa Islam adalah rahmat bagi alam semesta yang selalu menciptakan suasana damai, ramah, dan toleran di manapun kita berada,” pesannya.

Sementara itu, sesepuh ulama Kabupaten Kendal yang juga ketua Takmir Masjid Agung Kendal KH Makmun Amin dalam tauziahnya mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur kepada Allah. Dengan begitu, Allah akan menambahkan nikmat-Nya.

“Kita harus bersyukur. Bagaimana caranya? Yaitu dengan kita menghormati pemimpin kita, karena pemimpin kita selalu bekerja keras tak kenal lelah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. (Fh/ Ul, Diskominfo Jateng)