Humas Tak Sekadar Penyampai Informasi

Brebes – Semakin ktitisnya pola pikir masyarakat harus difahami benar oleh insan humas. Mereka dituntut tak hanya sebagai penyampai informasi, namun juga menjembatani kepentingan pemerintah dengan publiknya.

Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho menyampaikan, humas mesti terus berbenah, termasuk dalam pemahamannya. Perubahan pola pikir masyarakat yang semakin kritis, ditambah perkembangan teknologi yang membuat mereka lebih mudah mengakses informasi dan menyampaikan aspirasinya, tak boleh diabaikan.

Pada acara yang dihadiri Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH itu, Septiaji menambahkan, humas juga dituntut lebih peka dan kreatif dalam mengelola informasi. Telitilah dalam memandang berbagai aspek yang berhubungan dengan perkembangan instansinya, sehingga dapat mempertahankan citra positif dan meningkatkan kepercayaan terhadap pelayanan masyarakat yang diberikan pemerintah.

“Bagaimana peran kita sebagai humas, menjadi agen perubahan di masyarakat, menjadi wajah pemerintah, menjadi PR (public relation) yang bisa menyambungkan lidah masyarakat dengan pemerintah. Prinsipnya, kita membutuhkan untuk memperbanyak konten-konten positif, kita butuh banyak konten yang bisa membuat seseorang optimistis,” katanya saat Forum Silaturahmi Kehumasan “Revitalisasi Humas Pemerintah Di Era Digital” di Hotel Grand Dian Brebes, Rabu (9/5).

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Dra Evi Sulistyorini MSi mengatakan pesatnya perkembangan teknologi belakangan ini membuat humas juga harus menyesuaikan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Khususnya, informasi kebijakan dan pembangunan di wilayahnya.

“Seorang PR merangkap menjadi seorang marketing karena peran keduanya seolah-olah tidak dapat dipisahkan, antara seorang PR yang harus mem-branding organisasi dengan seorang marketing yang harus memasarkan produknya,” tambahnya. (Ln/ Ul, Diskominfo Jateng)