Ibu Bahagia, Keluarga pun Lebih Mudah Bahagia

Semarang – Waktu baru menunjukkan pukul 06.00. Namun, ratusan orang yang didominasi kaum hawa, sudah memadati halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Minggu (9/12).

Mereka bersiap di barisannya masing-masing untuk mengikuti pembukaan yang dilanjutkan Senam Sehat dalam rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-90, dan Kampanye 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan. Berbagai latar belakang organisasi tak membuat mereka enggan membaur. Dengan kegembiraan, para ibu bergerak mengikuti gerak instruktur, mulai dari senam three ends, aerobik, hingga maumere, diikuti. Matahari yang semakin terik tak membuat semangat mereka pupus.

“Lumayan, biar badan sehat,” ujar Erna, salah satu peserta senam.

Kemeriahan tak berhenti seusai kegiatan senam. Keberadaan Ketua Dewan Penasihat Organisasi Wanita Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo tak disia-siakan para peserta senam untuk berfoto bersama. Ada yang ber-selfie ria, ada pula yang memilih foto berbarengan dengan rekan seorganisasinya. Dengan sabar, Atikoh melayani permintaan berfoto itu satu per satu.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah tersebut juga menyempatkan berdialog dengan peserta senam. Salah satunya Fariz, mahasiswa UPGRIS yang memperoleh doorprize. Atikoh menitipkan pesan agar mahasiswa semester tiga itu nantinya menjadi pendidik yang mencetak generasi berkarakter dan berkualitas.

Saat diwawancara, Atikoh menyampaikan senam bersama diselenggarakan agar para wanita memperhatikan kesehatannya. Dengan tubuh sehat, jiwanya sehat, dan diharapkan menjadi peremluan yang bahagia.

“Kalau ibu bahagia, dia akan lebih mudah membahagiakan keluarganya,” ungkap ibu satu anak ini.

Ditambahkan, pihaknya terus berupaya menyosialisasikan Three Ends yang juga menjadi program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Yakni mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan akses ekonomi pada perempuan.

Tak hanya itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan, juga menjadi fokus Atikoh. Mulai dari menyiapkan remaja putri untuk menjadi ibu, dengan memperhatikan kesehatannya, asupan gizi, menyiapkan organ reproduksinya dengan menghindari pernikahan dini. Setelah menikah, ibu muda juga diharapkan mempersiapkan kehamilan, sehingga saat mengandung dia sudah siap memperhatikan asupan gizi, memeriksakan kesehatannya, dan fokus pada tumbuh kembang anak, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Keluarga maupun warga di lingkungan sekitar, imbuhnya, mesti ikut menjaga ibu hamil dan anak yang dilahirkannya. Sehingga dapat meminimalisasi angka kematian ibu dan bayi, sekaligus mencegah stunting(kekerdilan).

“Harapannya, dengan SDM berkualitas, bisa menyongsong Indonesia emas yang hebat. Tapi kalau SDM kurang kompetitif, akan berdampak terhadap Indonesia secara keseluruhan,” tegasnya.

Ketua Forum Komunikasi ( Forkom) Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Jawa Tengah Lilik Lukito Wati menambahkan,
kegiatan senam massal tersebut diawali dengan senam Three Ends, untuk menyosialisasikan program tersebut. Beragam kegiatan pun diselenggarakan, antara lain bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, demo membatik, pengukuhan pengurus Persatuan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Jawa Tengah, dan sebagainya. (Ul, Diskominfo Jateng)