Imbangi “Hoax” dengan Berita Positif

Semarang – Komunitas yang berkecimpung di media sosial maupun teknologi informatika, diminta ikut mengimbangi penyebaran berita hoax dengan berita positif. Termasuk, pembangunan yang sudah dilakukan untuk masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri, pada acara Pelantikan Komunitas Cah Semarang Hebat (CSH), Pengurus Semarang Digital Kreatif (PSDK), dan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kota Semarang, di Balaikota Semarang, Senin (19/2). Diakui, berita hoax yang tidak tentu kebenarannya, tidak bisa dibendung dan dilawan. Namun, berita tersebut masih bisa diimbangi dengan berita-berita positif yang tidak hanya disampaikan pemerintah, melainkan juga masyarakat melalui komunitas media sosial.

“Contohnya jalan berlubang. Masyarakat tahunya protes saat mendapati jalan berlubang. Tapi masyarakat tidak tahu bagaimana pemerintah daerah sudah menganggarkan cukup besar untuk membangun jalan, meski tetap saja tidak semuanya bisa terkover,” beber Dadang.

Untuk itu, dia memandang perlunya komunitas media sosial ikut membantu pemerintah dalam menyebarkan berita kebaikan. Setidaknya, dengan menyaring informasi sebelum men-sharing-nya. Jika mendapati berita negatif, segera hapus dan jangan disiarkan.

“Siapa yang mau masuk surga? Kalau pada mau masuk surga, tolong mulai hari ini tidak ada berita hoax, tidak ada berita fitnah, tidak ada lagi berita adu domba,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Dia berharap kebaikan yang telah dilakukan pemerintah pun disebarluaskan kepada masyarakat.

“Saya bingung juga, sudah bekerja saja ya di-bully. Tugas panjenengan untuk meng-counter-nya,” tuturnya.

Ita, sapaannya, mengungkapkan berbagai pembenahan yang sudah dilakukan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya, pembenahan kawasan kota lama, di mana pada akhir 2018 mendatang akan menjadi kawasan yang sangat indah.

Di bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pihaknya telah menggulirkan program Kredit Wibawa dengan bunga tiga persen per tahun, menampung produk UMKM di Semarang Creative Gallery, pengembangan wirausaha muda, dan sebagainya. Di bidang kesehatan, ada program Universal Health Coverage (UHC) di mana Pemerintah Kota Semarang menjamin layanan kesehatan bagi warganya yang belum terkover BPJS.

“Kita tidak anti-bully, anti-hoax, anti-SARA, tapi bagaimana kita meng-counter-nya. Karena salah sedikit pasti di-bully,” tandasnya. (Ul, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn