Imbangi Teknologi dengan Pengamanan Data

Kudus – Apa artinya penggunaan sistem elektronik yang canggih tetapi mengabaikan sisi keamanannya? Sistem akan mudah ditembus bahkan dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, Pemerintah harus lebih canggih dan tangguh dalam menghadapi serangan hacker.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Drs Budi Wibowo MSi pada pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Persandian dan Keamanan Informasi Kabupaten dan Kota seluruh Jawa Tengah Tahun 2018, di Hotel Griptha Kudus, Senin (7/5). Menurutnya, integrasi data dalam penyelenggaraan pemerintahan masa kini yang berbasis e-government harus diimbangi dengan pengamanan data.

Ditambahkan, penyelenggaraan pengamanan tidak hanya sebatas pada penggunaan teknologi, namun juga pada peningkatan kesadaran pemilik, pengelola, dan pengguna data terhadap keamanan informasi (information security awareness). Pengamanan data juga perlu dilakukan secara berkesinambungan, disiplin, serta menitikberatkan pada kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, diperlukan kecakapan dan integritas yang baik dari setiap penyelenggaran pengamanan data.

“Secanggih apapun teknologi yang digunakan dalam pemerintahan, tanpa kepiawaian dan moralitas baik (dari para ASN-nya) maka akan sia-sia, bahkan (teknologi) itu bisa menjadi bumerang”, tandas mantan Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jateng tersebut.

Sementara itu, Kepala Sinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Seksi Pengamanan Persandian dan Informasi Sukiman SH menyampaikan, kegiatan bintek tersebut dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM sandi daerah. Sehingga meningkatkan optimalisasi penyelenggaraan persandian untuk keamanan informasi pada jajaran pemerintah daerah.

Bintek yang berlangsung hingga Kamis (9/5) itu diikuti para ASN yang bertugas di bidang persandian di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Narasumber yang dilibatkan adalah beberapa ahli di bidang keamanan informasi dari Balai Sertifikasi Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara. (Tn/Ul, Diskominfo Jateng)