Jadilah Akar yang Kuat

“Tetes air mata basahi pipimu
Di saat kita ‘kan berpisah
Terucapkan janji padamu kasihku
Takkan kulupakan dirimu

Begitu beratnya kau lepas diriku
Sebut namaku jika kau rindukan aku
Aku akan datang”

 

Semarang – Lagu Mungkinkah yang dipopulerkan Stinky itu, dibawakan dengan manis oleh jajaran pwjabat eselon III Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, saat lepas sambut Kepala Diskominfo, di Aula Lantai IV, Senin (28/1/2019). Terlebih, saat semua yang hadir ikut bernyanyi, sambil menyalakan lampu pada gawai masing-masing.

Bukan bermaksud baper (bawa perasaan), hal itu dilakukan spontan, mengingat Dadang Somantri yang kali pertama menjabat sebagai Kepala Diskominfo Periode 30 Desember 2016-25 Januari 2019, telah menorehkan banyak kesan. Tak hanya dalam menentukan arah kebijakan instansi yang terhitung baru tersebut, tapi juga hubungan personal.

Namun, hal tersebut tak berlarut karena pada acara bertajuk Yang Datang di Nanti, Yang Pergi Kan Slalu di Hati tersebut, band Wilkat kemudian menampilkan lagu-lagu ceria, yang mengesankan optimisme. Salah satunya lagu Ingatlah Hari Ini yang dipopulerkan P Project.

Dadang Somantri yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan rotasi jabatan merupakan hal yang lumrah terjadi pada birokrasi. Meski kebersamaan yang selama ini terjalin apik meninggalkan kesan tersendiri, namun dia optimistis Diskominfo akan lebih maju dengan pemimpin yang baru.

Diakui, dalam usianya yang masih dua tahun, kinerja Diskominfo terhitung baik. Namun, Dadang kembali mengingatkan, prestasi yang telah diraih merupakan sebuah tantangan. Misalnya program-program inovasi yang telah diadopsi oleh penyiaran nasional menjadi nilai tambah sebagai bentuk literasi penyampaian informasi kepada publik, yang harus terus berkembang dan menumbuhkan inovasi.

“Saya kira di tangan Bu Riena, sentuhannya akan beda antara sentuhan laki-laki dan sentuhan perempuan. Akan lebih halus dan akan lebih indah. Misalnya, terkait dengan keterbukaan informasi. Kalau saya yang ngomong, suaranya sudah cempreng begini pasti kurang didengar, kurang enak. Maka pelaksanaanya mungkin tidak begitu bagus. Tapi karena perempuan, suaranya akan halus saya sangat berharap nilai keterbukaan informasi publik Provinsi Jawa Tengah minimal sama dengan kemarin” jelas Dadang.

Sekretaris Diskominfo Jateng, Ratna Dewajati menganalogikan Dadang sebagai Cerebrovit. Bukan promosi produk vitamin, namun istilah tersebut mengandung banyak arti.

Ce memiliki arti cepat responsif karena Dadang dinilai sosok yang cepat tanggap tehadap sesuatu hal. Terbukti, usai dilantik pada 30 Desember 2016, Dadang langsung mengundang Ratna untuk membahas instansi yang baru terbentuk tersebut.

Re dari kata resik, yang konsisten menanamkan integritas. Huruf B, singkatan dari bapak seluruh staf, pendiri yang membangun fondasi dengan meletakkan tonggak maupun arah Diskominfo. R, menandakan ramah tehadap siapapun. O diartikan original, y
asli, apa adanya dan tidak neka-neka. Sementara Vit adalah vitalitas, dengan tenaga prima, selalui siap sedia dalam bertugas.

“Maka Bapak sangat luar biasa, kami menyingkatnya dengan Cerebrovit. Maka dalam waktu dua tahun satu bulan, itu waktu yang singkat, bisa memperoleh 13 penghargaan. Jadi, beliau Cerebrovit kita semua, obat untuk menjadikan kami luar biasa,” tegasnya.

Kepala Diskominfo Riena Retnaningrum mengapresiasi prestasinyang telah diraih instansi tersebut. Kendati begitu, dia meminta seluruh jajarannya, bersama Diskominfo kabupaten/ kota dan stakeholder terkait untuk terus bersinergi dan solid.

“Jadilah kita akar yang kuat untuk pimpinan kita, siapkan panggung yang bagus untuk pimpinan kita. Semoga yang kita lakukan bermanfaat bagi Pemprov Jateng dan masyarakat,” tandas Riena. (Hi/Ul, Diskominfo Jateng)