Jadilah Generasi Muda yang Bermanfaat

Kebumen – Seorang pria yang mengaku sebagai pengusaha korporasi multinasional datang sambil membawa ayam jago miliknya, yang telah menjuarai berbagai pertandingan baik lokal maupun nasional. Dengan keyakinan tinggi, pria tersebut optimistis ayam jago miliknya akan menduduki kursi pemimpin dan memenangkan pertandingan.

“Ki jago temenan, kiye dudu ayam sayur,” kata pria tersebut.

Kemudian datang seorang pria dengan membawa ayam betina. Ia mengaku ayam betina miliknya yang paling kuat, dan menyindir jago milik pria pengusaha korporasi multinasional tersebut hanya banyak memberi janji, namun tidak ditepati dan tidak sekuat seperti tampilannya.

Ketika dua orang tersebut sedang asyik beradu argumen, tiba-tiba datanglah pria paruh baya melerai keduanya. Pria itu mengingatkan, tidak perlu berdebat dan memberi janji janji manis jika tidak bisa membuktikannya.

Cerita tersebut disampaikan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Kebumen pada kegiatan Nonton Bareng Masyarakat dan FK Metra di Lapangan Desa Madurejo, Kecamatan Puring, Kebumen,
Sabtu (27/10) malam.

Pertunjukan yang ditampilkan dengan gaya tradisional tersebut menyampaikan pesan, tidak perlu menyebar informasi-informasi bohong atau hoaks hanya untuk memperoleh kursi di pemerintahan. Tidak perlu banyak berjanji apabila tidak bisa menepati, dan mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima setiap informasi, serta bertindak cerdas dalam penggunaan sosial media.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sudarman SH MM menyampaikan pemutaran film melalui layar tancap malam ini yang dirangkai dengan pertunjukan FK Metra merupakan sarana penyebaran informasi yang menarik dan efektif. Sebab, melalui kemasan yang santai dengan dibubuhi hiburan, informasi mengenai kebijakan pemerintah maupun hasil-hasil pembangunan bisa lebih difahami masyarakat. Film yang ditayangkan malam itu dengan judul Jenderal Sudirman, juga memiliki nilai-nilai yang bisa diteladani.

“Film yang diputar malam ini sarat nilai perjuangan. Sehingga diharapkan bisa memupuk jiwa patriotisme generasi muda, yang dinilai semakin memudar. Apalagi besok kita akan memperingati Hari Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Ditambahkan, generasi muda merupakan tulang punggung negara. Nasib suatu bangsa akan ditentukan oleh generasi mudanya. Namun, perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Sebab, mereka dihadapkan pada ancaman pengaruh negatif pornografi, hoaks, ujaran kebencian, terorisme, maupun radikalisme. Sehingga mereka mesti bisa membendung pengaruh negatif dengan pandai memilah dan memilih informasi yang baik.

“Para pemuda, jadilah generasi muda yang bermanfaat,” tambah Sudarman.

Hal senada juga disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen HM Amirudin SIP MM. Menurutnya, pemutaran film Jenderal Sudirman merupakan bagian dari pendidikan karakter bangsa, agar nilai-nilai kepahlawananan tidak punah. Apalagi bagi generasi muda.

“Beliau hidup dengan waktu yang sangat singkat, yaitu 34 tahun, dan di usia 29 tahun beliau telah menjadi panglima besar. Motivasi luar biasa bagi kita semua, khususnya para pemuda untuk mengukir prestasi yang lebih banyak lagi,” ujarnya.

Penulis : Rl/Di, Diskominfo Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng