Jaga Kejujuran dan Ketelitian

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperbarui sistem e-budgetingeplanning, dan e-controlling. Pembaruan aplikasi tersebut diharapkan makin meningkatkan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus efisiensi keuangan.

Saat membuka Pelatihan Aplikasi e-Penatausahaan di Shamrock Ballroom Hotel MG Suites Semarang, Kamis (16/1), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri menekankan meski sistem telah diperbarui, namun kuncinya tetap pada ASN yang menginput data keuangan. Mereka dituntut menjaga kejujuran dan ketelitian.

“Tolong selalu jaga integritas saat menginput data keuangan pada sistem. Aplikasi e-penatausaan diharapkan mampu membantu ASN di lingkungan Pemprov Jateng, untuk meningkatkan integritasnya menuju efisiensi dan efektivitas keuangan,” ujarnya.

Dijelaskan, sistem elektronik yang dibangun itu merupakan bagian dari penguatan reformasi birokrasi yang ditekankan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP. Gubernur menginginkan ASN di lingkungan Pemprov Jateng lebih berintegritas, baik secara pribadi maupun kedinasan. Melalui aplikasi, mulai dari perencanaan sampai kontrol, akan mampu mewujudkan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Jawa Tengah.

“Walaupun sudah berjalan baik, kita terus menyempurnakan sistem ini baik pada sistem e-budgeting, e-planning, dan e-controlling,” beber Dadang.

Di tengah sambutannya, mantan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah tersebut mengeluarkan gawainya dan mengajak peserta pelatihan untuk nge-vlog bareng, ditemani Kepala Bidang E-Government Diskominfo Provinsi Jawa Tengah Muhammad Agung Hikmati, dan Wakil Ketua GRMS Jawa Tengah Habibi Kurniawan.

“Saya diminta Gubernur Ganjar agar sering nge-vlog saat menyampaikan program-program kerja kedinasan. Walau ini pengalaman pertama, dan awalnya agak grogi tapi demi tujuan penyampaian informasi kepada masyarakat saya harus bisa. Kita harus tunjukkan bahwa kita selalu bekerja untuk kepentingan masyarakat,” terang Dadang.

Kepala Bidang E-Government Muhammad Agung Hikmati menyampaikan bahwa aplikasi e-Penatausahaan mampu untuk mewujudkan pengendalian keuangan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sekaligus, memperlancar pelaksanaan tugas ASN pada masing-masing instansi.

“Melalui aplikasi e-Penatausahaan akan mampu memberikan kontribusi terhadap percepatan pelaksanaan pembangunan daerah yang menyangkut koordinasi dan pengawasan keuangan yang diaplikasikan secara efektif, efisien, transparan dan professional,” pungkas Agung. (Fh/ Ul, Diskominfo Jateng)