Jateng Optimistis Menangi Perparani Katolik Nasional I

Ambon – Senyum mengembang dari bibir peserta defile dari kontingen Jawa Tengah pada Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional Pertama, di Lapangan Merdeka Kota Ambon, Sabtu (27/10) malam. Langkah tegap mereka seolah menunjukkan optimisme meraih prestasi tertinggi pada ajang yang akan diselenggarakan hingga 2 November mendatang.

Ketua Kontingen Jawa Tengah Drs Ign Indra Surya MHum membeberkan pada penyelenggaraan Pesparani tersebut, pihaknya mengirimkan 151 orang peserta. Mereka akan bertanding pada tujuh kategori, yakni Paduan Suara Anak dan Remaja, Dewasa Wanita, Dewasa Campuran, Gregorian Anak dan Remaja, serta Masmur Anak, Remaja dan Dewasa.

Dijelaskan, persiapan menuju kompetisi tingkat nasional tersebut dilakukan secara intensif kurang dari dua bulan. Meski terhitung singkat, namun mereka berupaya keras menampilkan kemampuan terbaiknya. Targetnya, menjadi juara umum.

“Sesuai pesan Bapak Gubernur (Ganjar Pranowo), targetnya adalah angka terkecil, Juara I. Ya paling besar nomor tiga. Dengan semangat vini, vidi, vici, Jateng Gayeng, Jateng menang, ” ujar Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Jawa Tengah ini optimistis.

Tidak hanya itu, sesuai arahan dari gubernur, Indra juga menyatakan Jawa Tengah siap menjadi tuan rumah ajang serupa pada 2021 mendatang. Pertimbangannya, kondisivitas wilayah, kerukunan antarumat beragama, kesiapan fasilitas hotel, hingga dukungan pemerintah maupun masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Pembina Pesparani Pusat Ignasius Jonan mewakili Presiden RI membuka Pesparani Katolik Nasional Pertama. Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Jonan yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM RI. Hadir pada acara bertema “Membangun Persaudaraa Sejati” itu, Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin, Gubernur Maluku Said Assagaff, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Ignatius Suharyo dan Ketua Panitia Pesparani Katolik, Zeth Sahubura. Hadir pula uskup agung dan para uskup se-Indonesia, sejumlah kepala daerah, tokoh agama dan tokoh lintas agama.

Dalam sambutannya, Jonan menyampaikan kepada peserta yang hadir dari seluruh Indonesia agar menjadikan ajang tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan pelayanan kita kepada Tuhan,” harapnya.

Malam itu Menteri Jonan juga menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo kepada seluruh peserta agar terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, demi terwujudnya keharmonisasian antarumat beragama di Indonesia. Kebhinekaan yang menjadi kekayaan besar bangsa ini harus dipertahankan. Seluruh anak bangsa diharap dapat melestarikan dan merawat kebhinekaan, kerukunan dan persaudaraan antarsesama anak bangsa. Sebab tanpa kerukunan dan persatuan, Indonesia tidak akan maju.

“Indonesia merupakan negara yang sangat besar. Tanpa persatuan dan tanpa kerukunan, maka membangun Indonesia akan kerukunan dan persatuan tidak mungkin. Oleh karena itu, kita semua berharap agar tetap menjaga persatuan dan kerukunan dan persaudaraan di dalam kebhinekaan,” tandasnya. (Ul, Diskominfo Jateng)