Jurnalisme Warga pun Harus Kedepankan Etika

Pemalang – Kemajuan teknologi membuat semua orang bisa menjadi “jurnalis”, salah satunya penyampaian informasi melalui media sosial. Namun, dalam jurnalisme warga, mereka pun tetap harus mengedepankan etika penulisan.

“Seperti saat melaporkan kejadian kecelakaan dan bencana alam. Jangan sampai menampilkan gambar atau video yang tidak pantas. Blur korbannya untuk menjaga etika,” kata Hengky Tri Kurniawan dari Komunitas Blogger Kabupaten Pemalang saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Kebijakan dan Hasil Pembangunan Melalui Komunitas Medsos Area Pemalang dan Sekitarnya di Wapress JK2, Kabupaten Pemalang, Kamis (12/7).

Sebelum di unggah ke media online, menurut Hengky, proses editing tetap harus dilakukan untuk memastikan informasi yang disampaikan memang layak dipublikasikan, seperti yang juga dia lakukan. Cek dan ricek terhadap data mutlak dilakukan. Termasuk, keberimbangan informasi dengan cover both side.

Henky menambahkan, saat ini perkembangan jurnalisme warga di Kabupaten Pemalang cukup pesat karena adanya website desa. Admin di setiap desa juga responsif dalam menerima aduan dari masyarakat dan langsung menyampaikan aduan tersebut kepada Pemkab Pemalang dan Pemprov Jateng. Sehingga, transfer informasi dari desa ke pusat dapat berjalan cepat.

“Admin dari Pemprov Jateng pada konten aduan tanggapannya juga cepat. Misalnya, saat kita posting tentang pariwisata, kita CC ke Pemprov Jateng dengan tagar Kemala Jateng, mereka dengan cepat langsung me-retweet. Ini menjadi suatu kebanggaan bagi penulis apabila tulisan kita di-retweet oleh Pemprov Jateng, sehingga minat menulis pun juga akan meningkat karena tulisannya dibaca banyak orang”, ujarnya.

Hengky berpesan kepada seluruh pegiat media sosial di Pemalang untuk terus belajar menyampaikan informasi yang valid. Jangan lelah untuk belajar menulis, karena apabila tidak diasah, kemampuan menulis bisa hilang.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah Evi Sulistyorini menyampaikan komunitas media sosial, termasuk di Kabupaten Pemalang, sangat membantu Pemprov Jateng dalam menyampaikan sosialisasi mengenai kebijakan dan pembangunan di daerah.

“Untuk Relawan TIK dan Program Pusat Pemberdayaan Informatika Dan Desa (Puspindes) Kabupaten Pemalang, saat ini sudah terkenal baik di lingkup Jawa Tengah maupun pada skala nasional. Puspindes Pemalang menjadi salah satu nominator di antara tujuh belas nominator di Indonesia yang masuk dalam WSIS 2018”, ujar Evi.

Dia berharap agar komunitas media sosial di Pemalang ikut serta menyukseskan gelaran Pesta Rakyat Jawa Tengah pada 18-20 Agustus di Pemalang. Acara tersebut juga akan dihadiri 35 kabupaten/ kota se-Jawa Tengah.

“Dinas Kominfo memiliki tugas untuk melakukan publikasi dan memviralkan kegiatan tersebut. Tetapi kita tidak bisa sendirian, harus ada bantuan dari komunitas media sosial untuk ikut memromosikan Kabupaten Pemalang, karena Pemalang potensinya sangat besar, baik dari sisi pariwisata maupun kulinernya. Sukses kegiatan ini bukan hanya sukses Pemprov Jateng, tetapi juga merupakan sukses seluruh rakyat Jawa Tengah,” pungkas Evi. (Fh/Ul, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn