Kajar View, Manjakan Pecinta Swafoto

Rembang – Hobi swafoto yang semakin digemari masyarakat, dimanfaatkan benar oleh pemuda Desa Kajar, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Menyadari di wilayahnya ada lokasi dengan pemandangan alam yang memukau, mereka pun menyulap perbukitan Kajar menjadi objek wisata Kajar View.

Baru dua bulan dibenahi, perubahannya sangat menakjubkan. Jalan menuju ke atas bukit dibenahi dan dipadatkan. Separuh perjalanan menuju tempat wisata, bisa ditempuh dengan sepeda motor. Namun, bagi yang tidak terbiasa berkendara dengan medan terjal, disarankan untuk berjalan kaki saja.

Perjalanan yang ditempuh pun tidak terlalu jauh. Sekitar 15 menit saja, pengunjung bisa menikmati pemandangan Rembang dari ketinggian yang sangat indah. Hamparan sawah, permukiman, hingga lauh, terlihat jelas dari bukit.

Untuk memanjakan para penggemar swafoto, para pemuda sudah menyiapkan panggung kayu berbentuk huruf I, gambar hati, dan huruf U, yang merupakan singkatan dari i love you. Berlatar belakang pemandangan yang indah, tempat itu menjadi primadona untuk selfie.

Tak hanya itu, masih banyak tempat yang bisa dijadikan bidikan fotografer profesional maupun amatiran. Lihat saja sejumlah rumah pohon yang berada di lokasi itu. Ada pula sarang burung berbentuk mangkok raksasa maupun sarang burung gantung yang membuat foto yang dihasilkan tak biasa.

Namun, untuk naik ke tempat itu, butuh kehati-hatian. Untuk keamanan, orang yang berada di dalamnya pun dibatasi. Mangkok sarang burung sebaiknya digunakan paling banyak tiga orang. Sementara untuk sarang burung gantung hanya disarankan untuk satu atau dua orang.

Panggung berbentuk sepasang sandal raksasa yang berada di tengah juga menjadi pelengkap objek wisata tersebut. Sehingga pengunjung betah berlama-lama berada di tempat itu dan mencari foto terbaik dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan warga.

“Pas banget untuk berburu foto PP (personal picture) di medsos (media sosial),” ujar Radjiv, wartawan Semarang TV yang berkunjung ke tempat itu, Selasa (23/5).

Kepala Desa Kajar, Widayat, mengungkapkan, lokasi tersebut dibenari oleh karang taruna dan warga sejak dua bulan silam. Hingga kini pengunjung tempat itu terus meningkat.

“Hari biasa yang berkunjung sekitar 200-an orang. Tapi kalau weekend atau hari libur bisa mencapai 1.000 orang,” ungkapnya.

Menuju objek wisata, imbuh Widayat, pengunjung tidak dikenai biaya tiket masuk. Mereka hanya membayar parkir Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Namun, demi keamanan dan kenyamanan, pengunjung hanya bisa menikmati Kajar View dari subuh hingga maghrib atau matahari terbenam.

“Di luar waktu yang ditentukan, akan ada petugas yang mengingatkan pengunjung untuk turun dan tidak berada di lokasi. Malam hari pun ada warga yang ronda,” bebernya.

Disinggung mengenai keamanan “aksesories” tambahan di objek wisata, Widayat menyampaikan jika perlengkapan itu dibuat dari kayu dan rotan yang kuat. Pihaknya juga membatasi jumlah pengunjung yang hendak naik ke rumah pohon, sarang burung, dan lainnya serta melakukan pengawasan langsung, khususnya saat hari libur di mana pengunjungnya membludak.

“Kami juga masih terus melakukan pembenahan dan perluasan objek wisata ini. Sehingga, nantinya bisa lebih banyak pengunjung yang datang. Di atas sana juga ada Goa Dunak, goa alami dengan kedalaman 10 meter. Tapi, akses menuju ke goa masih sulit,” tandas Widayat. (Ul, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn