Kemajuan Zaman Jangan Lunturkan Kesetiakawanan Sosial

Surakarta – Kemajuan zaman dan teknologi yang membuat orang cenderung asyik dengan gadget, diharapkan tak melunturkan kesetiakawanan sosial. Apalagi, masih banyak orang yang memerlukan perhatian dan uluran tangan kita.

Pesan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP itu dibacakan Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Jawa Tengah Herru Setiadhie, pada Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2018, di Lapangan Sriwaru, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jumat (14/12). Menurutnya, memberikan perhatian dan kebaikan kepada orang yang membutuhkan, sama halnya telah melakukan investasi masa depan.

Kerja sama dari seluruh elemen bangsa, lanjut gubernur, merupakan hal yang wajib dilakukan oleh semua masyarakat tanpa memandang golongan. Karena hal itu merupakan intisari Pancasila, yaitu gotong-royong.

“Kita masih memiliki tugas banyak, di antaranya menurunkan angka kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, menanggulangi ancaman narkoba dan radikalisme, maupun ancaman terorisme,” ujarnya.

Herru menegaskan, Gubernur Ganjar dan wakilnya Gus Yasin dengan dukungan bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, bercita-cita untuk menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Gubernur meminta agar angka kemiskinan dapat turun menjadi satu digit dengan perhitungan estimasi 7,48 persen.

Demikian pula, untuk penurunan angka pengangguran, dia berharap pengangguran di Jawa Tengah bisa lebih rendah dari posisi saat ini menuju 4,23 persen. Semuanya bisa diwujudkan apabila ada kerja sama, kebersamaan, dan sinergitas antara pemerintah provinsi, kabupaten/ kota, beserta seluruh masyarakat di Jawa Tengah.

“Kesetiakawanan sosial merupakan perekat keberagaman. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat agar kesetiakawanan sosial harus selalu kita pupuk, dibina, dan dikembangkan,” sorot Herru.

Ditambahkan, tidak ada lagi ruang istilah pemerintah tidak hadir ditengah masyarakat. Saat ini, pemerintah selalu hadir tanpa membedakan golongan, ras, suku agama.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Drs Nur Hadi Amiyanto Med mengungkapkan, peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial menjadi momentum tepat untuk memperkokoh kesetiakawanan sosial masyarakat Jawa Tengah. Kondisi masyarakat saat ini yang masih variatif, memerlukan kerja sama yang kuat, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Kondisi masyarakat saat ini ada yang tergolong mampu dan tidak mampu. Masyarakat yang mampu harus bisa menggandeng masyarakat yang tidak mampu seperti membantu membuka lapangan pekerjaan agar masyarakat tidak mampu bisa bekerja dan berpenghasilan. Hal ini dalam rangka memperkokoh rasa kesetiakawanan sosial anak bangsa,” tandasnya. (Fh/ Ul, Diskominfo Jateng)