Kerja Dulu, Rasakan Hasilnya

Bandungan – Masih mempertanyakan apa yang akan diperoleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) jika mendiseminasikan informasi pemerintah? Atau beralasan tidak ada anggaran untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat?

Menurut Staf Ahli Bupati Semarang Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sukaton Purtomo SH MM, hal itu semestinya tak dijadikan alasan bagi KIM untuk berperan sebagai mitra pemerintah dalam penyebaran atau diseminasi informasi. Anggota KIM justru dituntut bisa menyampaikan informasi dengan mengembangkan potensi di desa masing-masing. Mereka bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk mengangkat potensi itu, terlebih di era digitalisasi saat ini, di mana informasi bisa disampaikan tak terbatas ruang dan waktu.

“Potensi Bandungan yang luar biasa harus bisa dikembangkan dan ditangkap oleh Bapak/ Ibu. Potensi tersebut jika di posting di media sosial, masyarakat luas bisa mengakses yang bapak ibu kembangkan, sehingga tidak perlu membuat kegiatan baru,” ujarnya saat Sosialisasi KIM yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Kecamatan Bandungan, Jumat (7/12).

Sukaton menunjuk contoh potensi wisata suatu wilayah. Dengan menginformasikan pesona wisata daerah itu, lengkap dengan akses transportasi menuju tempat tersebut, sarana prasarana yang ada, sama halnya telah membantu menyampaikan informasi pembangunan. Imbal baliknya akan menarik wisatawan untuk berkunjung, sehingga menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Tentu, warga bisa memanfaatkan dengan beragam kegiatan, mulai menjajakan kuliner khas, suvenir, bahkan mengembangkan homestay.

“Dengan adanya pola itu, juga akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa. Intinya bekerja dahulu, nanti akan menampakan hasilnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Sumberdaya Kehumasan dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Dra Dyah Widiastuti menyampaikan salah satu cara untuk mengembangkan KIM dengan membuka jaringan melalui event pameran.

“Pemerintah Kabupaten Semarang sering mengadakan pameran. Pada event itu KIM-KIM bisa diajak berpatisipasi, sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” terang Dyah.

Ditambahkan, KIM merupakan reaktualisasi dari kelompencapir (kelompok pendengar, pembaca dan pemirsa). Anggota KIM tidak hanya mencari dan menyebarkan informasi, namun juga mengelolanya dengan berbagai kreasi dan inovasi. Apa yang sudah dilakukan kelompok masyarakat selama ini pun secara tidak disadari sebenarnya sudah merupakan cerminan KIM.

“Sebenarnya yang sudah Bapak/ Ibu lakukan sehari-hari mencerminkan Lembaga Komunikasi Masyarakat (LKM)/KIM, seperti pertemuan tiap bulanan yang dilakukan,” tandasnya. (Di/Ul, Diskominfo Jateng)