Layar Tancap, Guyubkan Masyarakat Kandri

Semarang – Merayakan hari jadi organisasi dengan syukuran dilanjutkan makan bersama, itu sudah biasa. Tapi, merayakannya dengan menggelar nonton bareng bersama masyarakat, mungkin tak banyak yang melakukannya.

Hal itu justru yang menjadi pilihan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/ Polri Indonesia (FKPPI) Kota Semarang dalam merayakan HUT ke-40 organisasi tersebut. Bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang, mereka mengajak masyarakat menonton film layar tancap. Bukan tontonan biasa karena film yang diputar adalah Jenderal Soedirman yang sarat dengan pesan perjuangan.

Kegiatan itu disambut antusiasme warga. Dinginnya malam tak menghalangi semangat mereka untuk mendatangi lapangan Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Jumat (21/9) malam. Maklum saja, tontonan layar tancap nyaris tak ada lagi seiring perkembangan teknologi infornasi belakangan ini.

Pembuka acara, terdengar tetabuhan musik tradisonal. Kemudian tampil di depan panggung tiga orang wanita cantik menggunakan kebaya bludru biru dan berjarik, berlegak legok menampilkan Tari Pasar Kandri. Dipadukan dengan musik etnik dan regae, tarian yang dibawakan seniman Sanggar Omah Alas itu menjadi hiburan khas Desa Kandri. Usai tarian, masyarakat juga disuguhi dialog yang memromosikan potensi Desa Kandri, mulai dari wisata, kesenian, produk UMKM, hingga masyarakatnya yang ramah.

Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kasi Sumberdaya Kehumasan dan Komunikasi Publik, Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dyah Widiastuti menyampaikan, keberadaan layar tancap belakangan ini sudah tergantikan dengan peralatan teknologi informasi canggih. Namun, pihaknya sengaja mengajak masyarakat untuk bersama menonton layar tancap, sehingga mereka bisa lebih guyub.

Dyah juga mengingatkan para orang tua untuk terus mengawasi anaknya, khususnya dalam menggunakan teknologi informasi. Apalagi dengan semakin banyaknya informasi dan fitur pada smartphone, yang lebih mudah diakses. Bijaklah menggunakan media sosial, jangan mudah terpancing dengan berita hoaks, apalagi menjelang pesta demokrasi pemilihan presiden 2019.

“Jangan mudah terpengaruh berita palsu atau hoaks yang justru akan merugikan diri sendiri, bangsa dan negara kita. Saring informasi yang diperoleh sebelum men-sharing kepada yang lain,” tegasnya.

Camat Gunungpati Roni Cahyo Nugroho mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai wadah interaksi antarwarga dan mempertahankan budaya silaturahmi. Di samping itu juga menjadi pembelajaran generasi muda bagaimana perjuangan Jenderal Soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan melalui pemutaran film layar tancap.

“Pemutaran film ini menjadi media edukasi bagaimana perjuangan Jendral Soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan. Dan jadikan suri teladan bagi generasi penerus untuk mengisi perjuangan dengan pembangunan,” tandasnya. (Di/Dl/Ul, Diskominfo Jateng)