LPPL Zaman “Now” Harus Beri Warna

Pekalongan – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) zaman now diharapkan tak sekadar sebagai sarana literasi bagi masyarakat. Namun juga mampu memberikan warna.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri mengungkapkan, dulu LPPL mungkin baru dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Sebab, saat itu warga masih menganggap lembaga di bawah institusi pemerintah hanya membuka komunikasi satu arah.

Seiring perkembangan zaman, LPPL zaman now pun dituntut dapat memenuhi keinginan masyarakat untuk berkomunikasi lebih luas. Dengan begitu, LPPL mesti berbenah sehingga memberikan warna bagi warga.

“Jadi masyarakat kalau ingin tahu apa yang sudah dikerjakan pemerintah, pembangunan apa yang sudah dilakukan, dengarkan saja LPPL. Menyampaikan kritik juga bisa lewat LPPL,” bebernya saat menyapa pendengar Radio LPPL Kota Batik (Kota Pekalongan) dalam program Hallo Kota Batik, Jumat (9/3).

Tentunya, imbuh Dadang, sumber daya manusia (SDM) pengelola LPPL pun mesti berubah. Begitu juga kemasan acaranya, jangan hanya fokus pada satu segmen, tapi pikirkan untuk bisa “meraih” seluruh masyarakat.

“Tidak hanya memuat berita positif saja, berita ‘buruk’ pun bisa disampaikan, tapi dengan cara yang bijak. Jangan alergi kritik dan masukan,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Dadang Somantri saat menyapa pendengar di Radio LPPL Kota Santri (Kabupaten Pekalongan). Menurutnya, LPPL bisa menjadi mediator antara pemerintah dan masyarakat, termasuk saat pemilihan gubernur dan bupati/ wali kota. Seluruh informasi mengenai pemilihan kepala daerah, seperti tahapan-tahapan, profil calon, bisa diinformasikan melalui LPPL. Dengan begitu, diharapkan berdampak pada meningkatnya partisipasi masyarakat.

“Termasuk saat kampanye ini, LPPL harus ikut membangun Jawa Tengah yang tenang dan kondusif,” tandas Dadang. (Ul, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn