Meski Cepat, Jangan Asal-asalan

Semarang – Pengelola media siber dituntut tetap mengedepankan etika jurnalistik yang edukatif. Sehingga, dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat sekaligus mendukung kemajuan pembangunan.

“Kalau media siber mampu berperan sebagai media pencerahan, pemersatu, pembangkit inspirasi dan motivasi, maka itu jempolan. Itu pahala tok,” beber Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri, pada Pelantikan dan Seminar Nasional Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jawa Tengah 2017-2022, di Gedung Ikhsan, Lantai VIII Balaikota Semarang, Sabtu (28/10).

Diakui, kecepatan media siber dalam menyampaikan berita menjadi keunggulan dibandingkan media cetak. Dia menunjuk contoh, kejadian pukul 06.00 yang dalam beberapa menit kemudia sudah bisa diberitakan dan diketahui masyarakat. Berbeda dengan media cetak yang baru bisa memberitakan pada keesokan harinya.

Meski cepat, imbuh Ganjar, berita yang disajikan tak boleh asal-asalan. Namun tetap harus objektif, netral, dan berdasarkan fakta. Mereka tetap mesti selektif dalam menurunkan berita, sehingga dapat sekaligus menepis ujaran kebencian dan menangkal berita kebohongan maupun yang menyesatkan. Untuk itu, dia meminta pengelola media siber untuk tetap mengedepankan etika jurnalistik yang edukatif. Sehingga tidak kehilangan karakter dan jatidiri profesi.

“Jangan asal-asalan, asal copy paste, asal menarik perhatian, asal bombastis, asal berbeda dengan kebijakan pemerintah, dan asal-asal lainnya. Saya bukan antiperbedaan. Saya juga tidak alergi pada kritik dan masukan dari rekan-rekan media. Tetapi saya minta  fungsi kontrol bukan hanya sekedar untuk mengungkit kelemahan dan kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik, namun juga memberikan masukan, ide dan kajian demi terwujudnya kebijakan pemerintah yang baik dan benar,” tegas Ganjar.

Jika ada pemberitaan yang membutuhkan statement penyeimbang, dia berharap media siber tetap menjunjung coverbothside. Pemerintah provinsi pun akan terbuka dan siap menjadi sumber informasi rekan media siber maupun pers lainnya.

“Kami tunggu tulisan-tulisan maupun informasi yang kritis dari rekan-rekan di media  siber yang konstruktif dan inspiratif, bagi Jateng dan Indonesia,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Menurutnya, pengelola media siber dituntut lebih profesional, bertanggung jawab, dan lebih kritis dalam menyampaikan berita.

”Kalau salah sampaikan salah. Kalau benar ya sampaikan benar,” sorotnya.

Ketua SMSI Jawa Tengah yang baru dilantik, Setiawan Hendra Kelana mengakui profesionalisme insan pers, termasuk kalangan media siber, mutlak diperlukan. Sehingga dapat meraih kepercayaan dari masyarakat.

”Ayo tingkatkan profesionalitas untuk meraih kepercayaan masyarakat. Sebab semua diawali profesionalisme SDM (sumber daya manusia) dan perusahaan,” tandas pria yang biasa disapa Iwan. (Ul, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn