“Ngangsu Kawruh” Pengamanan Informasi

Tuntang – Pengamanan informasi merupakan hal yang penting dan wajib dilakukan. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, banyak tantangan serta cara untuk membobol sistem informasi milik pemerintah maupun individu.

Saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Persandian dan Keamanan Informasi SKPD Provinsi Jawa Tengah 2018 di Telogo Resort, Selasa (10/7), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri menjelaskan, keamanan informasi menjadi aspek penting dalam suatu sistem, termasuk dalam pemerintahan. Sebab, bocornya informasi strategis akan berpengaruh terhadap kinerja birokrasi dan tingkat keberhasilan pelaksanaan kebijakan pemerintah di berbagai bidang.

“Setiap ASN harus sadar akan kemanan informasi dan selalu meng-updatepengetahuan sehingga fungsi persandian dan keamanan informasi lebih terjamin,” terangnya.

Untuk itu, peningkatan kapasitas, kualitas, dan kinerja SDM persandian (sandiman) harus dioptimalkan dalam mendukung suksesnya pelaksanaan pembangunan Jawa Tengah. Sehingga mereka mempunyai kecakapan dan integritas yang tinggi dalam menjaga keamanan informasi.

Melalui bintek tersebut, kata Dadang, para sandiman dapat belajar langsung pada narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara. Mereka dapat bertanya, berdiskusi, dan berkonsultasi. Cari informasi sebanyak mungkin seputar persandian dan keamanan informasi.

“Ini merupakan kesempatan bagi para sandiman untuk ngangsu kawruh. Sehingga, ASN yang sudah terpilih untuk menjadi sandiman di setiap SKPD dapat menjaga dan mengawal keamanan dan kerahasiaan informasi pada SKPD-nya masing-masing,” tandasnya. (Fu/Ul, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn