Nobar Warga Dusun Giyarti, Hiburan yang Sarat Makna

Wonosobo – Sejumlah remaja putra dan putri tampak berbaris. Masing-masing memanggul tenong atau tampah yang dihias kertas warna-warni.

Iring-iringan itu pun memasuki tenda yang berada di Dusun Giarti, Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo. Tak jauh dari para tamu dan warga yang duduk di kursi undangan, mereka pun menurunkan tenongyang dibawa, lantas menaruhnya di meja yang tersedia.

Setelah dibuka tenong yang mereka bawa ternyata berisi aneka buah dan jajan pasar. Seperti rambutan, salak, pisang rebus, jagung rebus, kacang rebus, tempe kemul, singkong. Suguhan khas daerah setempat itu pas sekali untuk menemani warga menonton film dan pertunjukan guyon maton FK Metra Kabupaten Wonosobo, yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Diskominfo Kabupaten Wonosobo, Jumat malam (23/2).

Sebelum guyon maton, tim kesenian tersebut menampilkan Tari Lengger. Ritual sesaji mengawali tarian yang dibawakan tiga orang penari. Penonton pun dibuat tercengang saat ada penari yang kesurupan. Apalagi gerakan yang ditampilkan semakin atraktif. Bahkan penari pria yang kesurupan mampu menggendong penari wanita di pundaknya sambil tetap bergerak mengikuti alunan lagu yang rancak.

Tak berapa lama, kekuatan magis yang melingkupi si penari itu pun dinetralkan. Namun, Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagyo dan Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri kembali dibuat terperanjat saat dua penari wanita menghampiri, mengalungkan selendang dan mendaulat mereka untuk menari.

Meski awalnya kaku, namun keduanya lekas menyesuaikan gerakan dengan lantunan musik. Bahkan mampu mengimbangi gerakan penari wanita yang menjadi pasangannya. Penontom pun langsung bersorak sorai. Keseruan kembali tampak saat satu menit kemudian penari kembali mengalungkan selendang kepada Kepala Diskominfo Kabupaten yang hadir dalam acara itu.

Kemeriahan tak berhenti di situ. Guyon maton yang tampil setelah Tari Lengger sanggup mengocok perut penonton. Suasana meriah terus berlangsung sepanjang nonton bareng (nobar) film utama bergenre komedi, Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss part I. Tentunya, pemutaran film itu disisipi dengan pemutaran sejumlah iklan layanan masyarakat, termasuk informasi kemajuan pembangunan di Jawa Tengah.

Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri menyampaikan acara yang disajikam malam itu merupakan cerminan Jateng Wow, program dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan di provinsi ini yang berlangsung Februari ini sampai Maret mendatang.

“Inilah yang disebut Wow. Jadi keberagaman wisata, bagaimana kita mengangkat budaya, kearifan lokal yang begitu dinamis. Isinya Jateng Wow adalah bagaimana kita merumuskan bahwa seni budaya di Jawa Tengah, terutama Wonosobo, sangat luar biasa. Kegiatan ini memang arahnya bagaimana kita memberdayakan kearifan lokal yang belum terangkat,” bebernya.

Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagyo mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan di wilayahnya. Tak sekadar hiburan, namun juga sarat kebersamaan sekaligus menampilkan kebudayaan lokal.

“Saya sangat senang karena ini juga nguri-uri budaya Jawa Tengah,” katanya. (Ul/Di, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn