Nonton Bareng, Hilangkan Penat Jalin Keakraban

Kab Semarang – Ada yang berbeda pada malam Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Regional ke-102 Tahun 2018, yang dilaksanakan di Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, Selasa (7/8) malam. Tak sekadar seremoni, pada malam itu masyarakat diajak untuk nonton bareng.

Dengan menggunakan layar tancap, ingatan mereka pun dibawa pada nostalgia masa lalu, khususnya warga berusia lanjut yang pernah merasakan keemasan layar berukuran lebar itu. Film Nagabonar Jadi 2 yang sarat dengan pesan, membawa kesan tersendiri.

Sebagian di antara mereka pun rela duduk lesehan dengan tikar yang dibawa dari rumah. Meski udara malam itu cukup dingin, namun suasana terasa hangat. Terlebih saat puluhan pria, dari yang berusia muda hingga kakek-kakek 70 tahunan, memasuki tengah lapangan. Dengan berpeci, berkacamata hitam sambil membawa kipas, mereka menari dengan iringan musik dari alat musik tradisional rebana dan bedug.

Kesenian yang menampilkan perpaduan musik, tari dan bela diri (pencak silat) itu dinamakan Tari Rodat. Tarian tersebut merupakan kesenian asli Islam, yang di dalamnya terselip pesan-pesan moral melalui syair yang dinyanyikan.

Kesenian Rodat sudah ada sejak zaman dahulu, dan biasa digunakan untuk menyosialisasikan pesan-pesan dari pemerintah, seperti ajakan KB dan selalu bersatu untuk Indonesia. Dengar saja satu paragraf syairnya. Bersama-sama kita bergandeng tangan, berjalan sambil menyanyi lagu gembira. Marilah mari menyanyi lagu gembira, menjunjung Negaraku Indonesia.

Usai tampilan Tari Rodat, penonton dibuat terpana dengan atraksi melukis tokoh dengan mata tertutup menggunakan bara api. Tokoh yang dilukis oleh seniman itu, konon merupakan pahlawan yang berasal dari Desa Bonomerto, yang memperjuangkan persatuan dan kesatuan warga masyarakat Bonomerto.

Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf Prayogha Erawan menyampaikan kegiatan itu merupakan kegiatan hiburan, karena dalam waktu satu bulan warga desa dan TNI telah bekerja keras dalam melaksanakan kegiatan TMMD dengan sasaran yang telah ditentukan.

“Puncaknya malam ini. Kegiatan ini untuk menghibur warga masyaraklat sehingga rasa lelah, rasa penat dan rasa capek yang telah dirasakan kurang lebih 30 hari terbayar dengan kegiatan nonton bareng dengan warga desa Bonomerto,” ujar Prayogha.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dra Evi Sulistyorini MM menjelaskan kegiatan TMMD sangat dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya mewujudkan pembangunan fisik, tapi  juga mewujudkan kegotongroyongan masyarakat yang sudah mulai pudar.

“Bahkan ada di antara kita yang tetangganya saja tidak mengenal. Ini merupakan akibat dari perkembangan teknologi informasi. Oleh  karena itu, budaya gotong-royong perlu dikembangkan terus untuk memperkuat persaudaraan di masyarakat yang pada nantinya juga memperkuat NKRI,” tandasnya. (Di/Ul, Diskominfo Jateng)