Optimalkan Medsos untuk Gaet Anak Muda

Purbalingga – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) dituntut memanfaatkan media sosial. Tak hanya dalam menyampaikan informasi, namun sekaligus mendapatkan masukan dari masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri menyampaikan, dengan kemajuan teknologi informasi, penggunaan gadget seolah menjadi kebutuhan. Bahkan mendengarkan radio atau menonton televisi pun sekarang dilakukan melalui telepon genggam.

Melihat realita tersebut, imbunya, LPPL dituntut bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Sudah semestinya LPPL mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk menunjang aktivitasnya. Penggunaan media sosial sekaligus untuk menggaet kalangan anak muda.

“Pemanfaatan media sosial oleh LPPL memberikan nilai tambah dalam penyampaian program dan kebijakan pemerintah untuk disebarluaskan kepada masyarakat, terutama kalangan anak muda,” terang Dadang saat berdialog di LPPL Gema Soedirman Purbalingga, Senin (12/3).

Dia menyambut baik LPPL yang mengoptimalkan teknologi informasi untuk menarik pemirsanya. Bagaimana pun radio masih disukai masyarakat. Namun pendengarnya memang cenderung pasif, hanya mendengarkan tanpa merespons.

“Sumber daya manusia (SDM) LPPL harus lebih inovatif dan kreatif dalam menggaet kalangan anak muda dengan menampilkan siaran yang bisa diakses remaja dengan gadget, seperti video streaming. Selain itu buatlah acara yang menarik untuk anak zaman now. Jika bisa dilakukan, saya yakin LPPL akan jauh lebih hebat dan lebih baik,” bebernya.

Dadang juga mengajak  masyarakat agar tak segan menyampaikan kritik dan saran. Apalagi, pemerintah sekarang sudah terbiasa menerima kritik, sehingga masyarakat bisa menyampaikan kritik membangun melalui LPPL.

“Kritik dan saran bisa lebih mudah disampaikan oleh masyarakat jika LPPL aktif menggunakan media sosial. Sampaikan tidak hanya berita yang baik, tapi berita buruk juga bisa disampaikan,” ujarnya.

Usai dari Purbalingga, Dadang juga menyambangi LPPL Radio Suara Banjarnegara dan kembali menyapa pendengar. Dia berpesan agar anak muda tidak mudah terpengaruh dan ikut menyebarkan berita hoaks.

“Dulu kita kenalnya peribahasa mulutmu harimaumu, tetapi sekarang jempolmu harimaumu. Anak muda itu mentalnya masih labil, jadi perhatikan saat mendapatkan berita. Saring dahulu sebelum sharing,” tandas Dadang. (Fh/Ul, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn