RAPI Harus “Ngadem-ngademi”

Semarang – Pengelola Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) harus berani melawan hoax. Bahkan bisa meredam kemarahan di masyarakat saat ada orang yang melontarkan ujaran kebencian, termasuk lewat media sosial.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MSi melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri, pada Pembukaan Rapat Koordinasi dan Rapat Kerja ke-1 RAPI Daerah 11 Provinsi Jawa Tengah, di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, Minggu (21/5). Menurutnya, RAPI sebagai salah satu organisasi masyarakat mesti ikut memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah.

Mengingat fungsi radio sebagai alat komunikasi dan penghubung masyarakat, maka RAPI diharapkan bisa menjembatani dan mengomunikasikan berbagai isu, berita, dan berbagai permasalahan di masyarakat. Terlebih, dengan kemerebakan hoax di berbagai media, baik melalui SMS maupun media sosial, yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

“Orang dengan mudahnya, tanpa tedeng aling-aling melontarkan ujaran kebencian kepada orang lain. Ini tidak baik dan harus segera diakhiri. RAPI harus membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan ini. Harus berani melawan hoax dan ngadem-ngademi jika ada orang yang melontarkan ujaran kebencian,” tegas Ganjar.

Mengingat radio masyarakat terhitung efektif dalam menyebarluaskan informasi, gubernur meminta pengelolanya dapat membantu membentuk opini positif di kalangan masyarakat, khususnya menyangkut suksesnya pembangunan di provinsi ini. Bahkan mereka bisa membuka kesempatan berdialog dengan masyarakat dalam kelancaran pembangunan, demi mewujudkan Jawa Tengah yang lebih sejahtera dan berdikari.

Dalam penanganan bencana, katanya, RAPI juga memiliki peran penting. Mereka dituntut tanggap jika mendapat informasi yang menyangkut kebencanaan mengingat radio masyarakat cenderung lebih cepat menyampaikan informasi dan jangkauannya pun luas. Segera tindaklanjuti informasi yang diperoleh dan melaporkan ke pemerintah maupun pihak terkait agar penanggulangan bencana bisa cepat dilakukan, dan korban dapat diminimalisasi.

“Semoga forum ini bisa menghasilkan keputusan yang bermanfaat, tidak hanya untuk organisasi tapi juga kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” tandasnya. (Ul, Diskominfo jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn