Seleksi FK Metra Dimulai

Pekalongan – Apa jadinya jika warga di suatu wilayah tak memiliki jamban keluarga sendiri? Mereka pun mengandalkan jamban di pinggir sungai untuk buang air besar.
Bahkan pada saat-saat tertentu, terlihat antrean sejumlah orang yang hendak buang hajat di sekitar sungai. Tak jarang mereka pun berebut. Seperti yang digambarkan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Pemalang saat Seleksi FK Metra Tingak Provinsi Jawa Tengah di depan GOR Jetayu, Kota Pekalongan (7/4). Mereka menggambarkan kericuhan warga yang setiap hari berebut jamban.
Pakne dikon nggawe jomblong angele. Angger kebelet kudu ning kali,” protes seorang wanita kepada suaminya.
Ironisnya, jamban yang mereka perebutkan pun bukan jamban yang sehat. Namun hanya jumbleng plung lap, di mana kotoran tak masuk septic tank, tapi langsung masuk ke sungai. Hal itu membuat lurah di Desa Cawet, memerintahkan untuk membongkar jamban yang muaranya ke sungai.
Jomblong kuwi kabeh kudu dibongkar,” tegas lurah desa tersebut.
Dengan bahasa daerah khas Pemalangan, sekelompok seniman tersebut berusaha menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai pentingnya jamban sehat. Sehingga tak sampai mengotori sungai.
Penampilan nerbeda ditunjukkan FK Metra Kabupaten Banyumas. Mereka mengangkat konflik pemilihan pimpinan daerah, di mana salah satu calon kedapatan membagi-bagikan uang kepada masyarakat.
” Nek ono 21 calon mbagi duit, wah lumayan,” kata salah satu penerima uang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dra Evi Sulistyorini, MM menjelaskan, kegiatan di Kota Pekalongan tersebut merupakan awal seleksi FK Metra Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sebanyak delapan kelompok mengikuti seleksi itu. Yakni, FK Metra Kota Pekalongan, Kota Tegal, Kabupaten Pekalongan, Tegal, Brebes, Pemalang, Cilacap, dan Banyumas
Selain di Kota Pekalongan, seleksi akan dilaksanakan di Kabupaten Boyolali (17 April), Rembang (23 April), Grobogan (25 April), dan Kota Semarang (28 April). Ada tiga tema yang dapat dipilih pada tahun ini. Yaitu, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Pilkada Damai, dan Bulan Bhakti Gotong Royong.
“Tonjolkan kekhasan dan keunikan masing-masing. Karena pertunjukan ini akan jadi ruang apresiasi dan sekaligus nguri-nguri seni budaya tradisional kita,” pesannya.
Pengurus FK Metra Provinsi Jateng Daniel Hakiki menambahkan setelah semua seleksi dilangsungkan, juri akan memilih enam kabupaten/ kota untuk tampil pada Final Pertunjukan Rakyat FK Metra di Semarang Agustus mendatang.
Dia menegaskan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh peserta seleksi. Antara lain menampilkan musik, lagu, tari, pesan yang disampaikan, serta unsur canda.
Asisten Pembangunan Sekda Kota Pekalongan Sri Wahyuni SH yang membuka kegiatan tersebut berharap melalui lomba FK Metra dapat membantu pemerintah dalam upaya menyampaikan informasi.
“Selain dapat memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan kualitas media tradisional, juga sebagai salah satu penyampai informasi kepada masyarakat,” tandasnya.
Seleksi kali pertama itu berlangsung semarak. Ratusan penonton terlihat memenuhi kursi di bawah tenda. Bahkan sebagian penonton rela duduk di atas karpet karena tak mendapatkan kursi. (Di/Ul, Diskominfo Jateng)