Seleksi FK Metra Segera Dimulai

Semarang – Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) kabupaten/ kota se-Jawa Tengah diminta menyiapkan materi dan personelnya. Sebab, seleksi pertunjukan rakyat melalui FK Metra tingkat Provinsi Jawa Tengah akan segera dimulai.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, Dra Evi Sulistyorini MM mengakui keberadaan FK Metra sangat strategis, khususnya untuk ikut menyosialisasikan kegiatan dan program pemerintah. Pesan yang dipadukan dengan kesenian rakyat, dan tentunya menggunakan bahasa setempat, akan lebih mudah dimengerti masyarakat.

Untuk lebih meningkatkan kualitas FK Metra, imbuhnya, akan dilakukan seleksi di tingkat provinsi yang finalnya direncanakan pada 20 Mei mendatang. Namun, sebelum babak final, akan dilakukan seleksi awal di tiga lokasi eks Bakorwil, yakni di Kabupaten Kudus (16 Mei), Kabupaten Purworejo (17 Mei), dan Kabupaten Tegal (jadwal menyusul).

“Pesertanya belum tentu mereka yang berada di wilayah eks Bakorwil tersebut, tapi akan disilang-silang. Nama-nama peserta dan lokasi seleksi akan diumumkan oleh FK Metra Provinsi Jawa Tengah. Dengan begitu, pesaingnya tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” beber Evi, yang diamini Sekretaris FK Metra Provinsi Jawa Tengah Daniel Hakiki, pada Rapat Koordinasi FK Metra Dalam Rangka Pembahasan Seleksi Pertunjukan Rakyat, di Aula Diskominfo Jateng, Rabu (29/3).

Dikatakan, meski saat ini FK Metra baru terbentuk di 20 kabupaten/ kota, tapi kemungkinan pesertanya bisa bertambah jika ada kabupaten/ kota yang membentuk lembaga tersebut sebelum proses seleksi dimulai. Tentunya, dengan catatan sudah ada surat keputusan (SK) yang menaungi FK Metra itu.

“Bagi kabupaten/ kota yang belum membentuk dan masih belum faham seperti apa FK Metra, bisa datang saat seleksi dan melihat langsung pertunjukan yang ditampilkan. Sehingga, mereka mengerti betul kegunaan FK Metra,” tuturnya.

Penilaian seleksi, jelas Evi, akan dilakukan oleh FK Metra Provinsi, yang terdiri dari pelaku seni, pelaku pariwisata, maupun birokrasi. Unsur yang dinilai meliputi tari, humor, irama, gerak, dan pesan yang dibawakan. Masing-masing peserta diberi batas waktu 10-15 menit. (Ul, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn