Semangat Menangkan Joget Dangdut, Malah “Jedotan” dengan Istri

Semarang – Membedakan jenis empon-empon, mungkin sudah biasa bagi ibu-ibu. Tapi bagaimana jika para pria disuruh menebak aneka umbi yang biasa dijadikan bumbu dapur dengan mata tertutup?

Perlombaan itu yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, dalam memperingati Hari Ibu ke-89, yang berlangsung di Kantor Diskominfo, Jumat (22/12). Dengan mengandalkan rabaan dan penciuman, satu per satu peserta diminta menyebutkan nama empon-empon tersebut, berikut kegunaannya.

Tak semua peserta menjawab dengan benar. Maklum saja, mereka tak terbiasa memasak yang menggunakan bumbu dapur tersebut. Arif Zakaria misalnya, saat dihadapkan pada lengkuas, dia menebak jika umbi itu adalah kencur. Kemudian, saat diminta menebak temulawak, lagi-lagi dia menyebutnya kencur. Bahkan kunci pun ditebaknya kencur.

Para juri pun tertawa mendengar jawaban Arif. Termasuk Sigit, fotografer yang mendokumentasikan kegiatan tersebut. Dia langsung tertawa terpingkal-pingkal.

Berbeda dengan Arif, peserta lainnya, Berty, terlihat lebih mengerti jenis empon-empon yang ditanyakan. Dari lengkuas, kencur, kunir, jahe, temulawak, dan kunci, ditebak dengan benar. Tapi begitu ditanya manfaat kunci, spontan dia menjawab, “Ini untuk bumbu sayur bayam.”

Lagi-lagi, juri yang terdiri dari Dwi Karyanti Dadang Somantri, Sudarwati Meyantini Setyo Irawan, dan Sri Purwaningsih tertawa mendengar jawaban tersebut. “Mungkin karena memang biasanya kunci untuk masak bayam,” kata Sri Purwaningsih sambil tergelak.

Akhirnya, juri pun menetapkan Berty sebagai Juara Lomba Empon-empon. Tak hanya perlombaan menebak empon-empon yang menarik. Lomba joget berpasangan yang diselenggarakan di halaman kantor justru lebih meriah. Masing-masing pasangan diharuskan berjoget dengan balon menempel di kepala keduanya. Jika balon terlepas atau pecah sebelum lagu “Sayang” dari Via Vallen selesai akan dinyatakan gagal.

Penonton pun tak berhenti tertawa menyaksikan jogetan peserta yang beragam. Ada yang luwes dengan gaya goyang dangdutnya seperti yang dilakukan Awie dan Adi, atau pasangan Satriya dan Djalmo yang berulangkali mesti menata posisi balonnya sambil berjoget, mengingat tinggi tubuh keduanya berbeda jauh.

Saat musik berakhir dan masih banyak peserta yang berhasil menjaga balonnya, mereka cepat-cepatan memecahkan balon dengan kepala mengingat pemenangnya ditentukan dari pasangan yang paling cepat memecahkan balon. Saking semangatnya memecahkan balon, beberapa peserta mesti beradu kepala cukup keras dengan pasangannya. Seperti Dicky dan isterinya, yang saking semangatnya justru kening mereka saling jedotan.

“Lha biar cepat pecah (balonnya) kan mesti ditekan. Eh, malah jedotan. Lumayan sakit sih,” ujarnya sambil meringis.

Setelah melampaui babak penyisihan dan babak final, akhirnya pasangan Sudarman dan Endang Sulistyowati Sudarman meraih Juara I. Ada pula lomba memindahkan karet dengan sedotan antarbidang, di mana masing-masing kelompok beranggotakan empat orang. Terpilih sebagai Juara I, tim dari Bidang TIK.

Kepala Diskominfo Jateng selaku Pembina DWP Diskominfo menyampaikan beragam lomba dilakukan untuk meningkatkan kebersamaan baik antarpegawai, maupun para isterinya. Bagaimana pun, peran para istri sangat dibutuhkan untuk membangun aura positif dan mendukung kinerja suaminya. Terlebih, dengan waktu kerja yang tidak menentu di instansi yang digawanginya.

“Saya juga harus minta kepada ibu-ibu maaf ketika bapak-bapak pulangnya malam dari kantor, sampai rumah capek, padahal ibunya memerlukan diskusi segala macam. Kadang sampai rumah pimpinan juga WA-nan pekerjaan, pasti ibu-ibunya mengeluh, sampai rumah yang dipegang malah HP bukan istrinya dulu,” tandasnya. (Ul, Diskominfo Jateng)