Sempat Deg-degan, Tapi Akhirnya Lega

Semarang – Membayangkan jarum berukuran cukup besar untuk pengambilan darah, sempat membuat Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Tengah Dwi Karyanti Dadang Somantri deg-degan. Maklum saja, donor darah yang diselenggarakan di UPT PMI Kota Semarang, Rabu (5/12) itu merupakan kali pertama yang diikuti.

Namun, tekad yang kuat untuk membantu sesama dalam rangkaian peringatan Hari Ibu ke-90 Tingkat Provinsi Jawa Tengah ini membuat wanita berhijab itu memberanikan diri. Ketakutannya tak terbukti, sebab usai pengambilan darah, Dwi Karyanti justru merasa lega. Apalagi, darahnya dapat didonorkan untuk orang yang membutuhkan.

“Buat saya, ini menjadi pengalaman pertama. Awalnya saya sempat merasa takut mbayangin jarum suntiknya, tapi ternyata tidak sakit kok. Mungkin itu hanya ketakutan saya saja. Insya Allah setelah ini saya usahakan untuk bisa rutin mendonorkan darah,” katanya.

Ketua DWP Provinsi Jawa Tengah Hj Rini Sri Puryono menyampaikan, dengan mendonorkan darah, selain membantu sesama juga bisa menerapkan langkah hidup sehat. Menurutnya, setiap tetes darah yang disumbangkan tidak hanya memberikan kesempatan dan kelangsungan hidup bagi penerimanya, tetapi juga membawa banyak manfaat kesehatan untuk pendonornya.

“Kalau ada yang beranggapan bahwa melakukan donor darah akan menyebabkan pendonor kekurangan darah, merasa lemas, dan tidak dapat beraktivitas dengan baik, kita harus meluruskan. Donor darah itu sebenarnya menguntungkan pendonor darah dan orang yang menerima darah,” ungkapnya.

Ditambahkan, saat mendonorkan darah, tubuh akan bereaksi langsung dengan memproduksi sel darah untuk menggantikan darah yang keluar. Sehingga, akan terjadi proses peremajaan darah dalam tubuh yang akan berpengaruh pada optimalisasi fungsi dan peran darah dalam tubuh.

“Donor darah juga berfungsi menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, dan membantu pembakaran kalori. Selain itu, prosedur pemeriksaan darah sebelum proses pengambilan darah dapat menjadi deteksi kita bebas dari infeksi HIV, hepatitis B, sifilis, malaria serta membantu menyembuhkan penyakit serius lainnya,” terang Rini.

Oleh karena itu, dia berpesan agar masyarakat tidak ragu mendonorkan darahnya. Jadikan donor darah sebagai gaya hidup kekinian agar badan tetap sehat.

“Ada ungkapan a drop for hopes, setetes darahmu menyelamatkan nyawa seseorang. Insya Allah, apa yang kita lakukan akan membawa berkah kepada sesama,” pungkasnya.

Ketua PMI Kota Semarang H Shofa Chasani SpPD KGH mengapresiasi kegiatan donor darah yang digalakkan oleh Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya kegiatan donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial, serta meningkatkan rasa kemanusiaan dalam membantu sesama.

“Dengan melakukan donor darah kita menjadi lebih sehat. Kita juga harus memotivasi teman kerja dan keluarga agar tersadar bahwa donor itu menyehatkan dan menyenangkan. Selain badan sehat, donor darah juga dapat menyelamatkan banyak nyawa,” tuturnya. (Fh/ Ul, Diskominfo Jateng)