Sia-sia Kalau Masyarakat Tak Faham

Wonosobo – Gone Des… Apa yang terbersit pada benak Anda mendengar kata itu?

Jika dibaca, sebagian orang mungkin akan teringat ungkapan gondrong ndeso, yang cenderung diasumsikan orang yang urakan, mudah emosi.

Tapi tidak bagi warga Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Sekretaris Camat Garung, Budi Pranoto menyampaikan, Gone Des justru merupakan inovasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) tersebut, yang langsung terhubung ke desa. Melalui Paten, proses pengelolaan administrasi, dari permohonan sampai terbitnya dokumen dilakukan satu tempat melalui satu loket pelayanan.

“Setiap Kamis, kami dari kecamatan berkeliling ke desa-desa unuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Sehingga bisa menghemat waktu dan biaya pelayanan. Masyarakat pun tidak perlu bolak-balik ke kecamatan untuk urusan administrasi, tapi semuanya diselesaikan di tingkat desa,” ungkapnya, di sela-sela acara Gelar Informasi dan Pelayanan Publik, di Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo, Jumat (12/10).

Ditambahkan, beragam layanan yang bisa diperoleh masyarakat. Seperti, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), pengurusan KTP, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak, Akta Kelahiran maupun Kematian, surat pindah, legalisasi surat-surat, dan sebagainya.

Ya, inovasi pelayanan menjadi unggulan yang dipamerkan pada Gelaran Informasi dan Pelayanan Publik yang baru kali pertama diselenggarakan di Wonosobo. Tak hanya Gone Des, ada pula Sistem Informasi Kependudukan Kejajar Praktis (Sikeprak) berbasis andriod, yang akan diterapkan di Kecamatan Kejajar mulai awal 2019 mendatang. Sejumlah kelurahan juga memamerkan hasil pembangunan berikut rincian anggaran yang digunakan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo Eko Suryantoro menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai tonggak transparansi di Wonosobo. Di mana pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan publik yang prima, mewujudkan pemerintah yang baik dan bermartabat.

Beragam acara pun diselenggarakan pada gelaran yg berlangsung hingga Sabtu (13/10). Antara lain, pameran produk inovasi dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) kecamatan maupun SKPD dan instansi vertikal. Festival FK Metra, festival kuliner, cerdas cermat KIM, parade wayang, dan sebagainya.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo menyampaikan pihaknya terus mengupayakan pelayanan kepada masyarakat yang cepat, tepat waktu, biaya ringan, dan dengan cara sederhana. Tidak terkecuali dalam pemenuhan hak masyarakat terhadap informasi.

Namun, kerja pemerintah saja tak cukup. Butuh dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat. Dia pun terus mendorong munculnya inovasi-inovasi untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada warga.

“Sehingga pelayanan publik di Wonosobo semakin baik,” ungkapnya

Kepala Diskominfo Jawa Tengah Dadang Somantri mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, sekaligus peningkatan pelayanan kepada masyarakat dengan internet cepat. Melalui gelaran tersebut, langkah untuk mewujudkan kota cerdas mulai terlihat. Literasikan informasi dan pelayanan publik ke masyarakat, termasuk mengelola informasi agar tidak ditunggangi informasi hoaks.

“Tapi pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Harus disosialisasikan ke masyarakat. Akan sia-sia internet cepat kalau masyarakatnya tidak faham,” tandas Dadang. (Ul, Diskominfo Jateng)