“Smart Province” Diharapkan Jadi Perilaku

Magelang – Smart province maupun smart city diharapkan tak hanya program pemerintah. Melainkan mesti menjadi perilaku seluruh pemangku kepentingan, khususnya di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan, smart province/ smart citymerupakan jawaban kondisi saat ini. Meningkatnya jumlah penduduk menuntuk pemerintah daerah dapat memaksimalkan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki, serta meminimalisasi kendala yang dihadapi.

“Tak hanya peran aktif pemerintah, partisipasi masyarakat pun mutlak diperlukan, baik dalam pelaksanaan pembangunan maupun sebagai koreksi terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Sehingga terjadi interaksi dinamis dan erat antara pemerintah dan masyarakat,” bebernya, saat membuka Rapat Koordinasi Pengembangan Smart Province/ Smart City, di Atria Hotel, Kamis (1/3).

Ditambahkan, melalui pengembangan smart province, Provinsi Jawa Tengah berupaya mewujudkan perilaku dan budaya masyarakat untuk menjadi lebih baik dengan memanfaatkan teknologi informasi. Tujuan utamanya bukan hanya pemerintah daerah dan komunitasnya saja yang smart, namun juga masyarakatnya. Oleh karena itu, semangat untuk menjadi smart province harus terus dipacu agar masyarakat dapat terlayani dengan baik.

”Harapan saya, smart province/ smart city ini bukan hanya event atau program tapi harus menjadi perilaku seluruh pemangku kepentingan di Jateng,” tegas Dadang.

Keberhasilan pengembangan smart province, kata dia, tidak akan terwujud tanpa keseriusan dan komitmen yang teguh dari seluruh stakeholder. Butuh solusi terobosan, inovasi yang berfokus pada peningkatan kemudahan, ketepatan dan kepercayaan masyarakat. Inovasi tersebut harus dapat diwujudkan dalam bentuk kemudahan, kecepatan dan transparansi pelayanan publik melalui pengembangan smart province/ smart city. Apalagi masih terdapat keterbatasan dalam teknologi informasi. Karenanya, improvisasi terus dilakukan, tak sekadar mengikuti trend, tapi juga memperhatikan kepentingan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya ndherek titip pesen, kepada seluruh peserta agar dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, selalu lakukan evaluasi, inovasi dan koordinasi juga kolaborasi, agar kita betul-betul smartSmart itu PR Jawa Tengah, PR Indonesia,” tandas mantan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah ini.

Kepala Bidang E-Government Diskominfo Provinsi Jawa Tengah Agung Hikmati menambahkan, melalui rakor tersebut akan terjadi kesamaan upaya terbentuknya smart province guna peningkatan pelayanan publik yang lebih baik. Rakor itu juga sebagai sarana mengidentifikasi lebih rinci kebutuhan pengembangan smart province sekaligus menyusun rencana detail tahapan pencapaian smart province. (Ul/ Hn, Diskominfo Jateng)