Sri Winarsih Juara Lomba Jurnalistik PKK

Semarang – Sri Winarsih kader Tim Penggerak PKK Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, berhasil memenangi Lomba Jurnalistik bagi Kader PKK se-Jawa Tengah yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah. Hal itu ditetapkan tiga juri, yakni Triyono Lukmantoro (praktisi Undip), Amir Machmud (Ketua PWI Jateng), dan Marjono (TP PKK Jateng), pada rapat penetapan pemenang lomba, yang diselenggarakan di Kantor Diskominfo Jateng, Selasa (17/4).

Terpilih sebagai Juara II adalah Umi Halimah Saadah (kader PKK Desa Derekan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang), Juara III Sri Mustokoweni (kader PKK RT 04 RW VII Bulakindah, Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta). Sementara Juara Harapan I Sri Fatonah Werdiati Ismangil (kader PKK Kelurahan Mudal, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo), Juara Harapan II Sri Hartatik (kader PKK RW 06 Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta), dan Juara Harapan III Retno Ambarsari (kader PKK Kabupaten Pekalongan).

Ketua PWI Amir Machmud menyampaikan kemampuan menulis pada kader sangat diperlukan. Setidaknya, dalam menyampaikan kegiatan yang telah mereka lakukan melalui media massa. Terlebih, sejumlah media massa sudah membuka ruang bagi publik untuk berpendapat, melalui citizen journalism.

Ditambahkan, penulisan di media yang dilakukan para kader sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab dokumentasi kegiatan kepada masyarakat. Lebih dari itu, mereka juga dapat lebih mengedukasi warga melalui materi yang ditulisnya.

Senada dengan Amir, praktisi Undip Triyono Lukmantoro menyambut baik para peserta yang sudah berani menampilkan aspek lokalitas kegiatan mereka. Namun, kemampuan memformulasikan informasi dalam bentuk berita mesti lebih diasah. Prinsipnya, jangan berhenti untuk belajar.

“Mereka sudah berani menuliskan bagaimana mendongeng bisa mempersatukan keluarga, bagaimana gerakan antikorupsi untuk kekuatan dan ketahanan keluarga, dan sebagainya. Itu bagus, dan harus lebih dikembangkan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, juri dari TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Drs Marjono MM mengungkapkan, karya dari kader PKK yang sebagian besar perempuan tersebut menunjukkan jika kaum wanita tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi, banyak di antara peserta yang merupakan kader PKK desa.

Melalui lomba penulisan jurnalistik, dia berharap perempuan di desa menjadi perempuan inklusif, lebih terbuka, dan toleran. Di sisi lain, mereka juga terdorong untuk terus menggerakkan perempuan desa, mendayagunakan potensi yang ada.

“Bagi saya, ini hebat. Jarang ditemukan di level perdesaan yang bisa seperti ini. Ke depan, saya berharap perempuan desa ini bisa menggerakkan perempuan desa lainnya dan mendayagunakan potensi yang ada,” tandas Marjono. (Ul, Diskominfo Jateng)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn