Tak Perlu Gengsi Meniru

emarang – Membentuk smart city di era globalisasi seakan menjadi kebutuhan. Tak sekadar menghadirkan sejumlah aplikasi untuk pelayanan masyarakat, namun lebih pada bagaimana program tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Kota yang smart, bukan tentang seberapa jumlah aplikasi layanan yang ada. Namun, tentang seberapa banyak aplikasi itu bermanfaat dan memudahkan bagi masyarakat,” terang Walikota Semarang H Hendrar Prihadi SE MM pada diskusi Forum Smart City dalam rangka Hari Jadi ke-471 Kota Semarang, di Gedung Balaikota Semarang, Rabu (2/5).

Hendi, sapaan dia, membeberkan, pihaknya telah berkomitmen memanfaatkan teknologi informasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan cepat kepada masyarakat. Konsep smart city di Kota Semarang pun boleh ditiru seluruh wilayah di Jawa Tengah. Sebab bagaimana pun, pembelajaran yang paling mudah melalui studi tiru.

“Tidak perlu gengsi atau malu. Toh, kompetisi kita sebenarnya dengan bangsa lain. Sesama bangsa harus terus guyub rukun, kita ciptakan Bangsa Indonesia yang lebih daik dan lebih hebat,” bebernya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri tak menampik jika konsep smart city maupun smart provincedibutuhkan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, melalui pelayanan yang lebih cepat, mudah, murah, dan tuntas. Melalui konsep tersebut diharapkan seluruh interaksi ekonomi, sosial, dan lingkungan menjadi aman, layak, adil, dan berkelanjutan. Tentunya, arah menuju cerdas harus benar-benar berkelanjutan.

“Yang pintar jangan hanya pemerintahnya saja, tetapi masyarakatnya juga harus pintar. Sehingga dapat menjadikan Semarang Hebat,” ujar mantan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Dadang menambahkan, dengan jumlah penduduk di Jawa Tengah mencapai 34 juta jiwa, perlu upaya untuk bisa mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Salah satunya, dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan daya jangkau yang tak terbatas.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani menambahkan pemerintah harus bertransformasi menuju smart city, mengingat saat ini sebagian besar masyarakat sudah menjadi warganet. Karenanya pemerintah dituntut melayani masyarakat melalui pendekatan aplikasi digital yang berorientasi pada kepentingan publik, mudah digunakan, dan mudah dijangkau. (Fh/ Ul, Diskominfo Jateng)