Tak Sekadar Menarik, Tapi Juga Bangun Penyiaran Yang Sehat

Surabaya – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) diharapkan terus meningkatkan konten lokal. Tak sekadar kreatif, inovatif, dan menarik, tapi juga membangun penyiaran yang kuat dan sehat.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Prof Dr Kalamullah Ramli, saat membuka Konferensi Nasional LPPL, di Ballroon Hotel Santika Jl Raya Gubeng Surabaya, Kamis (7/2/2019). Konferensi bertajuk “Membangun LPPL Yang Kuat Untuk Mewujudkan Penyiaran Nasional Yang Sehat” itu diikuti pengelola LPPL radio dan televisi kabupaten/ kota se-Indonesia, dengan narasumber Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Dardak, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya Wira Juda, Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis dan Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Mistam.

Prof Ramli menambahkan, di era revolusi industri 4.0, peran LPPL televisi maupun radio cukup signifikan. Khususnya, dalam mengedukasi masyarakat mengenai banyak hal. Kemenkominfo pun telah menyusun draft RUU penyiaran, termasuk draft penguatan KPI yang ada di daerah, di mana pada struktur organisasinya aka nada jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen).

“Hal ini penting agar keberadaan KPI benar-benar berperan penting dalam memperkuat LPPL di Indonesia,” terangnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya Wira Juda mengatakan, DPR RI akan mendukung eksistensi LPPL, karena siaran mereka dapat menjangkau hingga pelosok daerah. Pemerintah daerah pun sudah semestinya mengoptimalkan peran LPPL dalam menyebarkan informasi terkait berbagai program pembangunannya.

“Keberadaan LPPL sangat penting untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terkait beragam kegiatan kelembagaan, baik pemerintah daerah maupun pusat, serta kelembagaan nonpemerintah,” jelasnya.

Senada dengan Wira, Wakil Gubernur Jawa Tengah Terpilih Emir Dardak menekankan keberadaan LPPL penting dan harus berkembang. Selain mengembangkan aplikasi teknologi yang mendukung penyiaran, LPPL pun mesti meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pengelolanya.

“Strateginya tak hanya dengan penerapan aplikasi teknologi, tetapi kualitas sumberdaya manusia. Para pengelola maupun penyiar bekerja secara kreatif, inovatif dan mengikuti perkembangan audiensnya,” tandas Emil.

Dalam kesempatan itu, juga dibacakan Deklarasi Pancaswara LPPL Indonesia, yang dipimpin Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum bersama Plt Kepala Diskominfo Kota Mataram (NTB) Lalu Martawang.

Isi deklarasi tersebut :

  1. Meneguhkan komitmen LPPL sebagai lembaga penyiaran nonkomersial, nonpartisan, dan berimbang untuk mewujudkan ketahanan informasi.
  2. Meminta pemerintah dan DPR RI mendukung penguatan eksistensi LPPL, melalui UU Penyiaran, PP, Permen, dan Kepmen.
  3. Mengoptimalkan LPPL sebagai media informasi, hiburan, pendidikan, dan kontrol sosial yang sehat melalui siaran berjejaring nasional LPPL.
  4. Meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi insan penyiaran LPPL yang profesional dan beretika.
  5. Membentuk Forum LPPL Indonesia sebagai wadah kegiatan insan LPPL dalam naungan dewan pers.

(Ul, Diskomino Jateng)