Tangan pun Gemetaran Saat Mewiru Kain

Semarang – Mewiru jarik bagi kalangan muda perkotaan, mungkin tak banyak lagi dilakukan. Apalagi, dengan semakin beragamnya model jarik yang sudah dimodifikasi.

Hal itu pula yang melatarbelakangi diselenggarakannya Lomba Mewiru Kain bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, di Aula Lantai I Diskominfo, Senin (16/4). Enam peserta dari Sekretariat, Bidang TIK, IKP, e-Government, Statistik, dan Persandian pun adu kebolehan.

Dalam waktu lima menit, mereka diminta mewiru kain dengan cara Solo, yakni tujuh wiron dengan lipatan ke dalam. Waktu yang sangat terbatas membuat mereka berupaya keras melipat kain yang sudah disediakan panitia. Ada yang asal membuat lipatan, tapi ada pula yang memraktikkan cara mewiru dengan benar, salah satunya, Ima Dicky.

Wanita berhijab tersebut tampak lihai mewiru satu demi satu lipatan, dari sisi luar kanan-kiri menuju tengah kain. Sayang, karena tergesa-gesa, tangannya pun gemetar.

“Sampai ndredhek saya. Waktunya singkat sekali,” ujarnya.

Tak hanya mewiru kain, panitia juga melangsungkan lomba menggulung stagen. Pekerjaan itu juga tak lazim lagi dilakukan mengingat sekarang sangat jarang wanita yang mengenakan stagen karena sebagian di antaranya memilih untuk menggunakan korset. Beruntung, stagen yang digulung bukan stagen berukuran besar. Tak membutuhkan waktu lama, Puas menyelesaikan gulungannya dengan cukup rapi. Dia pun langsung maju dan menunjukkan hasil gulungannya kepada panitia, dan selanjutnya dinobatkan sebagai Juara I.

Tak hanya perorangan, kekompakan anggota DWP juga diuji melalui lomba pesan berantai. Meski hanya tiga orang, tak semuanya lancar melafalkan pesan yang disampaikan. Maklum saja, pesan yang diberikan tak hanya satu kalimat, melainkan hingga empat kalimat. Untuk mengalihkan konsentrasi, peserta pertama diharuskan memakan sepuluh butir kwaci matahari sambil membaca pesan, dan peserta ketiga pun wajib memakan sepuluh butir kwaci sebelum menyampaikan pesan kepada juri.

Kemeriahan juga terihat saat seluruh peserta yang mengenakan baju adat diminta untuk berlenggak-lenggok. Sorak-sorai dan teriakan penonton mewarnai satu demi satu penampilan anggota DWP. Seperti saat Anny tampil. Penampilan lengkap dengan sanggul jawa mengundang komentar peserta yang hadir di ruangan tersebut.

“Wah, Waljinah tampil,” celoteh penonton.

Ketua DWP Diskominfo Jateng Dwi Karyanti Dadang Somantri menyampaikan, kegiatan lomba tersebut dilakukan untuk memeriahkan Peringatan Hari Kartini ke-139 Tahun 2018. Selain itu juga meningkatkan silaturahmi dan kebersamaan di antara anggota DWP.

“Ini juga lomba yang kali pertama diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Kartini. Kami berharap, ke depan peringatan Hari Kartini dapat semakin baik,” tandasnya.

Sebelumnya, saat Apel Pagi di Halaman Kantor Diskominfo, Sekretaris Diskominfo Provinsi Jawa Tengah Ratna Dewajati mengingatkan agar semangat RA Kartini terus menyala dalam hati seluruh ibu. Kesibukan pekerjaan yang dijalani di kantor tak berarti membuat para ibu melepaskan perhatian untuk keluarganya.

“Pulang malam tak berarti meninggalkan perhatian kepada keluarga, tak berarti tidak ber-say hello. Tetap perhatikan keluarga di rumah,” tegas Ratna. (Ul, Diskominfo Jateng)