Tim Pesparani Jateng Raih Tujuh Medali

Ambon – Tim Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Indonesia (Pesparani) Provinsi Jawa Tengah berhasil meraih lima medali emas dan dua medali perak pada Perhelatan Akbar Pesparani yang ditutup Kamis (1/11) di Lapangan Merdeka Ambon. Meski belum menjadi juara umum, perolehan medali tersebut melebihi target.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Drs Indra Surya MHum membeberkan, medali emas diraih kategori Paduan Suara Dewasa Wanita dengan nilai 89,08, Paduan Suara Dewasa Campuran (83,88), Gregorian Anak dan Remaja (83,00), Paduan Suara Anak dengan (82,75), dan Mazmur Remaja (80,92). Sementara, medali perak diraih Mazmur Dewasa (78,73), dan Mazmur Anak (78,43).

“Waktu efektif persiapan mereka kurang dari dua bulan, dan dengan segala kemampuan telah berusaha menampilkan yang terbaik. Perjuangan dan kerja keras tersebut tidak mengecewakan. Dari 12 kategori yang dilombakan, tujuh kategori yang diikuti dapat membuahkan prestasi yang membanggakan,” ujarnya.

Indra juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur Ganjar Pranowo, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, para pelatih, official, panitia, serta peserta yang telah berjuang pada kegiatan tersebut. Dia berharap pada ajang Pesparani II yang akan datang, tim Jawa Tengah dapat mengikuti semua kategori dan mengirimkan kontingen secara penuh, sehingga target menjadi juara umum dapat tercapai.

Saat menutup Perhelatan Akbar Pesparani, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise, mewakili Presiden RI menyampaikan, kegiatan itu merupakan pesta paduan suara pertama untuk umat Katolik. Melalui event tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk membantu pemberdayaan perempuan dan perlindungan hak anak, serta kemajuan bangsa dan negara.

Ketua Panitia Pesparani yang juga Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahubura, menambahkan, agama merupakan suatu anugerah. Pesparani merupakan produk keagamaan yang berimplikasi pada humanisme dan kebangsaan. Semua masyarakat Maluku dari bermacam agama pun mendukung dan membantu pelaksanaan acara tersebut.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Said Assagaff mengatakan, kehidupan orang yang bersaudara menjadi kekuatan besar. Masyarakat menjadi tidak mudah dibodohi oleh isu agama yang tidak benar. Menurutnya, Pesparani menjadi pembangunan peradaban di Indonesia. Dia atas nama masyarakat Maluku juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah membongkar sekat-sekat yang ada di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, kontingen Provinsi Kalimantan Timur terpilih sebagai Juara Umum. Mereka berhak mendapat piala bergilir dari Presiden RI Joko Widodo yang diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise. (Ul, Diskominfo Jateng)