IMG-20191018-WA0053

Integrasi TVRI dengan Medsos, Diharap Dorong Pembangunan Jateng

SEMARANG – Teknologi informasi yang terus berkembang, menuntut media mainstream, termasuk televisi, lebih kreatif dan inovatif. Integrasi dengan media sosial diperlukan untuk memperluas daya jangkau pemirsanya, terutama dari kalangan generasi milenial.
Hal itu ditekankan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum, pada acara Launching Siaran TVRI Jawa Tengah Terintegrasi dengan Media Sosial Akun TVRI Jawa Tengah di Stasiun TVRI Jateng, Jumat (17/10/2019).
Ditambahkan, saat ini berbagai informasi sangat mudah dan cepat ditemukan melalui media, baik website maupun media sosial. Sudah seharusnya media massa terintegrasi dengan media sosial, agar memudahkan pengguna dalam mengakses informasi. Apalagi, melalui media sosial komunikasi bisa berjalan dua arah, bahkan lebih. Informasi juga bisa disimpan dan diakses kembali dengan cepat.
“Saya turut bahagia dan bangga karena TVRI Jawa Tengah responsif terhadap tuntutan zaman. Saya sampaikan selamat, mudah-mudahan dengan upaya ini TVRI semakin digemari oleh kaum milenial zaman now,” ujar gubernur.
Ganjar yakin, dengan terobosan yang dilakukan, jumlah pemirsa TVRI, terutama dari kaum milenial akan meningkat. Kerja sama TVRI Jawa Tengah dengan pemerintah dalam diseminasi informasi terkait kebijakan maupun capaian keberhasilan pembangunan, semakin terbuka lebar.
“Adanya sinergi Pemprov Jateng dengan media massa yang terintegrasi dengan medsos, saya berharap akan mendukung percepatan Jawa Tengah dalam berbagai aspek,” jelasnya.
Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah, Tellman Roringpandey menyampaikan, sebagai televisi publik, stasiun TVRI Jawa Tengah saat ini sedang berbenah agar lebih dekat dengan generasi milenial.  Salah satu transformasi yang dilakukan, dengan integrasi di media sosial, sehingga pemirsa mampu menonton channel TVRI melalui streaming youtube, facebook, dan twitter.
Tidak hanya terintegrasi di media sosial, transformasi juga dilakukan dari siaran digital berformat SD (Standar Definition) ke format HD (High Definition) yang resolusinya lebih tinggi. Dengan begitu, penikmat medsos bisa menonton TVRI dengan tampilan visual yang lebih bening dan suara yang jernih.
Direktur Utama TVRI Nasional Helmy Yahya menambahkan, mengintegrasikan siaran TV ke media sosial adalah suatu keniscayaan karena generasi milenial saat ini menonton siaran TV melalui gadget. Dengan keterbatasan yang ada, TVRI terus berupaya berbenah lebih baik lagi.
“Karyawan kami tidak millenial, kolonial malah. Tapi dengan karyawan-karyawan itu kita bertransformasi luar biasa. Saya sekarang kebanjiran permintaan untuk menceritakan bagaimana TVRI bertransformasi,” ujarnya.
Helmy berpesan agar TVRI Jawa Tengah tetap melestarikan kebudayaan yang ada, baik pendidikan, nilai keberagaman, persatuan, dan tetap menghindari hoaks.
“Tampilkan kelokalanmu, ada campur sari yang luar biasa, ada kendang. Inilah yang harus kita angkat, kalau bukan kita yg melestarikan budaya, siapa lagi. Itulah TV publik,” tandasnya. (Tu/Ul, Diskominfo Jateng)
    

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *