IMG-20200222-WA0045

Aksi Om Badut Awali Nonton Layar Tancap di Pekalongan

PEKALONGAN – Suasana di  lapangan Kantor Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jumat (21/2/2020) malam mendadak ramai. Anak-anak yang semula berada di luar lapangan, mulai mendekat setelah melihat kehadiran badut, di panggung acara nonton bareng layar tancap dan pertunjukan rakyat yang diselenggarakan Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah.
Dengan penampilan khasnya, menggunakan wig berwarna kuning, wajah penuh make up, perut buncit, baju longgar warna warni dengan motif polkadot, si badut menghibur penonton. Dia mengajak anak-anak menari bersama di atas panggung. Anak-anak pun terlihat antusias menari mengikuti gerakan si badut. Terlebih setelah si badut menjanjikan hadiah bagi mereka yang berani maju dan menari bersamanya.
“Om badut punya banyak hadiah, ayo siapa yang mau maju dan nari sama om badut, nanti akan dikasih hadiah sama om,” ujarnya.
Raka (8) mengaku senang dengan kehadiran badut tersebut. Dia tak melewatkan kesempatan menari bersama badut, dan mendapat hadiah.
“Senang, tadi ikut nari di atas dan dapat hadiah gantungan kunci lampu,” kata bocah itu.
Selain badut, masyarakat juga dihibur dengan penampilan guyon maton dari Kandang Panjang. Dengan gaya lucunya, punakawan mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tidak banjir, dengan membuang sampah pada tempatnya.
Makane nek mbuang sampah iki aja sembarangan,” imbau Semar.
Di akhir acara masyarakat diberi tontonan iklan layanan masyarakat dan film Air dan Api.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Setyo Irawan menyampaikan, layar tancap dan kesenian tradisional sekarang seolah asing bagi generasi muda. Mereka cenderung lebih tertarik dengan kesenian asing.
“Ini menjadi tugas kita untuk memperkenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda, sekaligus memanfaatkannya sebagai sarana diseminasi informasi,” ujar Setyo.
Ditambahkan, melalui kesenian tradisional, pesan yang disampaikan lebih efektif. Jika semua instansi menggunakan kesenian tradisional sebagai media sosialisi, akan memberi banyak manfaat bagi pelaku seni dan masyarakat.
“Dengan kearifan lokal yang ada di daerah, pesan yg disampaikan kepada masyarakat lebih mengena, daripada mengundang nara sumber pada kegiatan sosialisasi di gedung pertemuan. Dengan demikian, kesenian tradisional bisa berkembang, informasi bisa tersampaikan, sekaligus menghibur masyarakat,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kominfo Kota Pekalongan Yos Rosidi mengepresiasi kegiatan semacam itu, sebagai salah satu cara untuk menggairahkan kembali seni pertunjukan rakyat, di tengah tantangan yang sangat berat dengan kehadiran teknologi informasi.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi sarana yang efektif, bagaimana anak-anak tidak disuguhkan bahasa langit tetapi dengan bahasa rakyat,” ujarnya. (Di/Ul, Diskominfo Jateng)
      

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *