04 29 Lomba Jurnalistik

Lany Cahyati Juarai Lomba Jurnalistik bagi Kader PKK se-Jateng

SEMARANG – Lany Cahyati dari Tim Penggerak PKK Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas menjuarai Lomba Jurnalistik bagi Kader PKK se-Jawa Tengah Tahun 2021, yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah. Mengusung judul PKK Desa Papringan Ciptakan Gempa Api Berangus Covid-19, karya tersebut berhasil merebut hati juri, yakni yakni Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah Amir Machmud, akademisi dari Undip Triyono Lukmantoro, dan perwakilan PKK Jateng Marjono.

 

Sementara, Juara II Sri Fatonah Wediyati (PKK Kabupaten Wonosobo), Juara III Teguh Rokhani (PKK Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas). Sementara, Juara Harapan I Erawati Takarina (PKK Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga), Juara Harapan II Yudia Setiandini (PKK RT 1 RW 8 Kelurahan Pangen Jurutengah, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo), dan Juara Harapan III Catur Sulistyorini (PKK Desa Kalitanjung, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo).

 

Juri lomba Triyono Lukmantoro mengapresiasi 81 karya yang masuk. Meski kebanyakan para kader atau TP PKK masih awam atau bukan professional di bidang jurnalistik, namun sejumlah karya mereka sudah memenuhi standar jurnalistik.

 

Menurutnya, tema lomba “Peran Nyata PKK Atasi Covid-19 di Wilayah Masing-masing” sangat tepat di masa sekarang. Dan ternyata, para peserta pun menerjemahkannya dengan menuliskan aktivitas mereka di setiap daerah.

 

“Sehingga mencuat keberagaman dan persoalan di masing-masing wilayah, dan partisipasi aktif para kader PKK untuk ikut mengatasi Covid-19. Mulai dari penyediaan makanan, pemberdayaan ekonomi, dan terobosan lain yang harus diapresiasi. Cara menulisnya juga sesuai fakta dan persoalan,” bebernya, usai penjurian di Kantor Diskominfo Jateng, Selasa (27/4/2021).

 

Hal senada juga disampaikan Ketua PWI Jateng Amir Machmud. Menurutnya, kemampuan untuk menulis bisa menjadi potensi besar bagi PKK di Jawa Tengah, untuk menyosialisasikan banyak hal. Termasuk, mengangkat kegiatan atau keberhasilan yang dilakukan di daerah agar diketahui masyarakat.

 

Juri lainnya, Marjono, menambahkan, perempuan seringkali disorot pada ruang gelap. Namun, dengan mengekspos kegiatan PKK yang kebanyakan digawangi perempuan, setidaknya menjadi bukti sosok kader PKK tidak sebatas objek atau subordinat, tetapi juga aktor atau penerang dalam gelap. Misalnya, peran mereka dalam mengedukasi mengenai Covid-19, terlibat aktif di posko maupun Satgas Covid-19, pembuatan masker, membagikan faceshield, hingga keterlibatan dalam Jogo Tonggo.

 

“Dari hasil lomba membuktikan mereka tidak kalah kapasitasnya jika harus bertarung dengan laki-laki, di samping juga meningkatkan ilmunya di bidang penulisan,” tandasnya. (Ul, Diskominfo Jateng)

 Save as PDF

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *